Gara-gara Kesaksian Obama, Trump Perintahkan Rilis Dokumen Alien dan UFO
Buntut pernyataan Obama soal alien, Trump langsung perintah lembaga federal rilis dokumen terkait alien dan UFO
Borland mengklaim laporannya diabaikan oleh Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Pentagon.
Ia bahkan mengaku mengalami pembalasan, manipulasi izin keamanan, hingga masuk daftar hitam pekerjaan intelijen federal.
“Saya sekarang menganggur dan tidak memiliki prospek pekerjaan,” ujarnya.
Ketua gugus tugas UAP dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, menuding Departemen Pertahanan dan komunitas intelijen kurang transparan serta menolak memberikan akses ke video dan dokumen terkait insiden UAP.
Sementara itu, anggota DPR dari Missouri, Eric Burlison, mempresentasikan video yang diklaim menunjukkan drone MQ-9 Reaper menghantam objek berbentuk bola di lepas pantai Yaman pada Oktober 2024.
Objek tersebut disebut tetap terbang meski terkena rudal Hellfire.
Baca juga: Benarkah Komet 3I/ATLAS Pesawat Alien? Ini Penjelasan NASA
Laporan Intelijen Minim Jawaban
Isu UAP sebenarnya telah menjadi perhatian sejak 2021, ketika komunitas intelijen AS merilis laporan tak terklasifikasi mengenai penampakan objek terbang tak dikenal oleh pilot militer selama beberapa dekade.
Laporan itu tidak menyimpulkan bahwa alien menjadi penyebabnya, tetapi menegaskan perlunya respons lebih serius terhadap fenomena tersebut.
Pentagon pada tahun yang sama juga merilis video yang memperlihatkan pilot militer melacak objek yang bergerak cepat dan berubah arah secara ekstrem di udara.
Langkah Trump memerintahkan pembukaan dokumen muncul di tengah tahun politik yang sibuk menjelang pemilu paruh waktu.
Partai Republik menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas di Kongres, di tengah sorotan terhadap isu ekonomi dan keterjangkauan biaya hidup.
Terlepas dari dinamika politik, polemik ini membuat isu alien dan UAP kembali menjadi perdebatan nasional di Amerika Serikat—kali ini dipicu langsung oleh pernyataan seorang mantan presiden.
(Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha)