Militer AS Serang Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Pasifik, Tiga Orang Tewas
Militer AS menyerang kapal yang diduga terkait narkoba di Pasifik timur. Tiga orang tewas, sementara legalitas operasi menuai kritik.
Ringkasan Berita:
- Militer AS menyerang kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Samudra Pasifik timur dan menewaskan tiga orang.
- Serangan itu dilakukan oleh United States Southern Command sebagai bagian dari operasi pemberantasan narkoba.
- Langkah tersebut menuai kritik dari pakar hukum dan aktivis HAM yang mempertanyakan legalitas operasi di perairan internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di Samudra Pasifik bagian timur yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. Serangan tersebut menewaskan tiga orang.
Komando Selatan militer AS atau United States Southern Command (SOUTHCOM) menyatakan operasi itu dilakukan pada Jumat (20/2/2026) sebagai bagian dari kampanye pemberantasan penyelundupan narkotika di kawasan tersebut.
SOUTHCOM menggambarkan operasi tersebut sebagai “serangan kinetik mematikan” terhadap kapal yang berada di jalur perdagangan narkoba yang dikenal.
Namun militer AS tidak memberikan bukti yang mendukung klaim bahwa para korban terlibat dalam aktivitas penyelundupan narkoba.
Melansir Al Jazeera, serangan terbaru ini menambah jumlah korban tewas akibat operasi militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di Pasifik timur dan Laut Karibia menjadi sedikitnya 148 orang sejak awal September.
Video singkat yang dirilis SOUTHCOM di media sosial menunjukkan sebuah perahu yang tampak terbakar pada bagian mesin tempel dan hanyut setelah terkena tembakan.
Awal pekan ini, militer AS juga melaporkan telah menyerang tiga kapal lain di Pasifik dan Karibia yang menewaskan total 11 orang.
Operasi tersebut memicu kritik dari sejumlah pemimpin Amerika Latin, pakar hukum, dan kelompok hak asasi manusia yang mempertanyakan legalitas tindakan militer di perairan internasional.
Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak asasi manusia dan kontra-terorisme, Ben Saul, mengatakan pengumuman militer AS tentang serangan itu sama dengan pengakuan atas pembunuhan warga sipil di laut.
Ia menegaskan para pemimpin AS harus dimintai pertanggungjawaban melalui sistem peradilan nasional maupun internasional.
Selain itu, para kritikus juga mempertanyakan strategi pemerintah Donald Trump yang menargetkan kapal di laut untuk memerangi narkoba, sementara sebagian besar fentanyl yang menyebabkan banyak kematian akibat overdosis di AS justru diselundupkan melalui jalur darat dari Meksiko.
Operasi militer tersebut merupakan bagian dari kampanye Operation Southern Spear yang diluncurkan pemerintahan Trump untuk menekan perdagangan narkotika di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Baca juga: AS Serang Tiga Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 11 Orang Tewas di Pasifik dan Karibia
Pada Selasa (17/2/2026) kemarin, militer Amerika Serikat melancarkan tiga serangan terhadap kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Pasifik Timur dan Laut Karibia,.
Sebanyak 11 orang tewas dalam operasi yang dilakukan pada Senin malam tersebut.