Kamis, 16 April 2026

Dewan Perdamaian

Misi Kemanusiaan TNI di Gaza: 1.000 Titik Pengungsian, Hadapi Ancaman Bahan Peledak

RI kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, misi kemanusiaan di tengah 1.000 titik pengungsian dan ancaman peledak.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Indonesia akan mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza dalam misi kemanusiaan. 
  • Pasukan bergabung dengan ISF, fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan polisi Palestina. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia akan mengirimkan 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto setelah Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Pasukan TNI nantinya akan bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) bersama negara anggota BoP. Prabowo menyebut Indonesia juga dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF.

Saat ini, pihak TNI menyatakan tengah menyiapkan 8 ribu personel dalam format pasukan brigade komposit atau gabungan dari tiga matra TNI.

Total 8 ribu personel itu ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026 dan 1.000 personel di antaranya ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026.

Namun demikian, TNI menegaskan tetap menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku terkait jadwal pemberangkatan pasukan.

Terkait hal itu, Kementerian Luar Negeri juga telah menyatakan ruang lingkup tugas personel Indonesia bersifat terbatas dan spesifik, sesuai mandat dan national caveats tegas dan mengikat yang ditetapkan Pemerintah Indonesia dan disepakati dengan ISF.

Salah satu pokok national caveats itu menyatakan keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi.

Mandat Indonesia bersifat kemanusiaan, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.

Kemudian, hal lain yang juga termuat dalam national caveats adalah area penugasan Indonesia dibatasi secara khusus hanya di Gaza, yang merupakan bagian integral dari wilayah Palestina.

Baca juga: Media Asing Soroti Sikap Indonesia yang Dukung Penuh Dewan Perdamaian, Beda dari Negara Tetangga

Lalu seperti apa kondisi pengungsi?

Berikut informasi yang dirangkum Tribunnews.com dari laman resmi Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) pada Minggu (22/2/2026).

Tersebar di 1.000 Titik Lokasi

Mengutip laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) pada 12 Februari 2026 sebagian besar penduduk Gaza masih mengungsi, dan banyak yang hidup dalam kondisi sangat sulit. 

Hingga 11 Februari 2026, Klaster Pengelola Tempat Perlindungan OCHA mencatat setidaknya dua pertiga dari populasi atau sekira 1,4 juta dari 2,1 juta orang diperkirakan tinggal di sekitar 1.000 lokasi pengungsian.

Para pengungsi banyak yang tinggal dalam kondisi padat penduduk dan di tenda-tenda yang menawarkan privasi dan perlindungan terbatas terhadap cuaca.

Jumlah itu termasuk lebih dari 800 lokasi darurat (kelompok tenda swadaya di lahan terbuka) dalam lokasi yang terpusat maupun tersebar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved