Senin, 13 April 2026

Dewan Perdamaian

Pakistan Masih Tunda Keputusan soal Pengiriman Pasukan ke ISF

Pakistan tidak termasuk di antara lima negara yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk

Editor: Wahyu Aji
BPMI Setpres
DEWAN PERDAMAIAN - Pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum resmi peluncuran mekanisme internasional Board of Peace sebagai platform kolaborasi global untuk mendukung stabilisasi kawasan konflik dan pemulihan pascakonflik, terutama di Gaza. 

Sementara itu, diplomat Bulgaria Nickolay Mladenov, yang ditunjuk sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza oleh Amerika Serikat, mengumumkan dimulainya perekrutan polisi untuk administrasi baru di Gaza. Ia mengatakan sekitar 2.000 orang telah mendaftar dalam beberapa jam pertama.

Sikap Pakistan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan Islamabad belum dapat mengambil keputusan terkait keterlibatan dalam ISF karena mandat misi tersebut belum sepenuhnya jelas.

“Kami memahami bahwa keputusan mengenai batasan mandat Pasukan Stabilisasi Internasional masih ditunggu, dan sampai saat itu, kami belum dapat mengambil keputusan apa pun,” kata Andrabi.

Ia menambahkan Pakistan terbuka untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian, namun tidak akan terlibat dalam mandat yang mencakup pelucutan senjata atau demiliterisasi.

“Pakistan dapat menjadi bagian dari mandat penjaga perdamaian, tetapi kami tidak akan menjadi bagian dari mandat pelucutan senjata atau demiliterisasi,” ujarnya.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyumbangkan 10 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian, meskipun belum dijelaskan secara rinci mekanisme penggunaan dana tersebut.

Selain itu, ia mengumumkan negara-negara donor telah menjanjikan sekitar 7 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.

Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan setidaknya 1 miliar dolar AS.

Trump juga mengatakan FIFA akan mengumpulkan 75 juta dolar AS untuk proyek sepak bola di Gaza, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menyumbangkan 2 miliar dolar AS untuk bantuan kemanusiaan.

Perbedaan sikap soal pelucutan senjata Hamas

Trump menyatakan berharap pelucutan senjata Hamas dapat dilakukan tanpa kekerasan.

Namun, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan Hamas harus dilucuti dan Gaza harus melalui proses deradikalisasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan Hamas akan dilucuti, baik secara damai maupun dengan paksa.

Sementara itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan pasukan internasional harus berfokus pada pemantauan gencatan senjata dan mencegah agresi Israel.

Board of Peace juga menuai kritik, terutama terkait transparansi dan struktur kewenangannya.

Trump disebut memiliki hak veto atas dewan tersebut dan dapat tetap menjadi ketua bahkan setelah masa jabatannya berakhir.

Peneliti senior Brookings Institution Bruce Jones mengkritik konsep tersebut.

Baca juga: Pengamat: Calon Wakil Komandan ISF Paling Pas yang Pernah Berdinas di PMPP Atau Puskersin TNI

“Ini adalah perpaduan yang membingungkan antara ambisi dan narsisisme, tanpa diimbangi oleh upaya koherensi intelektual,” katanya.

SUMBER

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved