Senin, 13 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

DPR Peringatkan Bahaya Ekspansionisme Usai Dubes AS Huckabee Singgung Wacana Israel Raya

Sukamta, menilai pernyataan Mike Huckabee berpotensi memicu preseden normatif yang berbahaya di tengah situasi geopolitik global yang sensitif.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
  • Pernyataan Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang merujuk pada legitimasi Israel atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan narasi historis dan teologis menuai sorotan tajam.
  • Sukamta, menilai pernyataan Mike Huckabee berpotensi memicu preseden normatif yang berbahaya di tengah situasi geopolitik global yang sensitif.
  • Pernyataan itu sejalan dengan narasi lama yang kerap dikaitkan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengenai konsep Greater Israel atau Israel Raya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang merujuk pada legitimasi Israel atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan narasi historis dan teologis menuai sorotan tajam, termasuk dari Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu preseden normatif yang berbahaya di tengah situasi geopolitik global yang sensitif.

Baca juga: Netanyahu Curhat, Akui Israel Masuki Masa Kritis dan Menegangkan Dampak Ketegangan Konflik AS-Iran

"Kami mencermati dengan serius pernyataan Huckabee ini. Dalam situasi geopolitik yang sensitif, pernyataan semacam ini berpotensi menimbulkan preseden normatif yang berbahaya," ujar Sukamta kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Legislator PKS itu menilai, pernyataan itu sejalan dengan narasi lama yang kerap dikaitkan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengenai konsep Greater Israel atau Israel Raya.

 

 

Menurut Sukamta, konsep tersebut merujuk pada klaim wilayah Israel berdasarkan tafsir sejarah dan agama, yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat, meliputi Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah, Turki, dan Yordania.

"Kita semua harus menjaga dunia dari ekspansionisme baru seperti ini," kata dia.

Lebih lanjut, Sukamta menjelaskan bahwa retorika ekspansionisme yang dibungkus legitimasi sejarah atau agama berisiko memperuncing ketegangan antarnegara. 

Bahkan, hal itu dinilai dapat melemahkan diplomasi dan proses normalisasi kawasan, memperkuat kelompok ekstrem, serta menggerus kredibilitas sistem hukum internasional.

Sukamta mengingatkan bahwa tatanan dunia modern dibangun di atas prinsip kedaulatan, integritas teritorial, kesetaraan antarnegara, serta larangan perolehan wilayah melalui kekuatan sebagaimana ditegaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

"Prinsip ini lahir dari pengalaman pahit perang besar dan menjadi fondasi stabilitas global selama beberapa dekade terakhir," katanya.

Menurut dia, relativisasi terhadap prinsip integritas teritorial bukan hanya berbahaya bagi Timur Tengah, tetapi juga mengancam masa depan tata dunia secara keseluruhan.

"Jika integritas teritorial mulai direlatifkan, maka tidak ada kawasan yang benar-benar aman," ujarnya.

Karena itu, Sukamt mendukung sikap tegas pemerintah Indonesia dalam merespons pernyataan Dubes AS tersebut.

"Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia harus konsisten menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik harus berlandaskan hukum internasional dan penghormatan terhadap integritas teritorial. Dunia tidak boleh kembali pada pola klaim sepihak yang berpotensi menyeret kawasan-kawasan lain ke dalam ketidakstabilan," pungkas Sukamta.

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, mendukung rezim Zionis Israel ekspansi wilayah di Timur Tengah dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. 

Gagasan ekspansi itu sudah lama muncul untuk mendukung konsep Israel Raya.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS Tucker Carlson yang dirilis pada hari Jumat, Huckabee, seorang pendeta Baptis dan menyebut dirinya sebagai Zionis Kristen, mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Israel mengambil wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. 

Dia menambahkan bahwa Israel memiliki hak untuk menjaga keamanannya.

Huckabee mengeklaim Israel memiliki "hak ilahi" atas sebagian besar wilayah Timur Tengah. Carlson bertanya: “Tanah mana yang Anda maksud?”

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved