Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran: Serangan Apa Pun dari Amerika ke Teheran akan Membuat Seluruh Timur Tengah Menderita

Wakil Menteri Luar Negeri Iran berkata, "Jika Amerika Serikat menyerang kami, bagaimana Anda mengharapkan kami untuk tetap diam?".

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SERANG ISRAEL - Rentetan peluncuran rudal Iran ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025 silam. Iran menyatakan siap merespons seranganan apapun dari Amerika Serikat dan membalas ke Israel. 

Iran: Serangan Apa Pun Amerika ke Teheran akan Membuat Seluruh Timur Tengah Menderita

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi mengatakan Teheran siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini dilontarkan seiring dimulainya babak baru pembicaraan antara kedua negara.

Baca juga: Benarkah Jenderal Top Amerika Tolak Perintah Trump Buat Berperang Lawan Iran?

Diplomat Iran itu menambahkan kalau serangan Amerika apa pun terhadap Iran akan menjadi "pertaruhan yang nyata" dari kelangsungan negosiasi yang berproses.

Ia menekankan kalau Teheran siap mencapai kesepakatan dengan Washington sesegera mungkin.

Ia menambahkan, jika para pihak memiliki kemauan, kesepakatan dapat dicapai secepat mungkin.

Ravanchi menekankan bahwa pokok bahasan negosiasi adalah isu nuklir, dan inilah yang telah disepakati oleh para pihak.

Dia berkata, "Jika Amerika Serikat menyerang kami, bagaimana Anda mengharapkan kami untuk tetap diam?".

Dia menambahkan bahwa pilihan yang mereka sukai adalah menempuh pendekatan damai.

Dia melanjutkan: "Tidak ada solusi militer, dan daripada mengirim pasukan, lebih baik fokus pada diplomasi. Jika terjadi serangan atau agresi terhadap kami, kami  akan merespons sesuai dengan rencana pertahanan kami."

Ia menekankan bahwa setiap orang harus menyadari bahwa perang mungkin akan pecah, tetapi mengakhirinya tidak akan mudah.

Selain itu, dia mewanti-wanti kalau seluruh kawasan di Timur Tegah akan menderita akibat agresi dalam bentuk apa pun terhadap Iran.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan: "Jika tujuan pengiriman pasukan adalah untuk mengintimidasi kami, itu tidak akan terjadi."

Faktor Trump

Di sisi lain, dalam pidato kenegaraannya di Ruang Sidang DPR, Gedung Capitol, Washington, Selasa (24/2/2026), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyiratkan kalau negosiasi AS-Iran berada di persimpangan.

Dalam pidatonya, Trump menyinggung soal hubungan AS dengan Iran yang semakin memanas.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved