20 Wisatawan Terjebak, Tokyo Skytree Hentikan Operasional Sementara
Tokyo Skytree tutup hingga 25 Februari usai lift darurat macet, 20 penumpang terjebak 5,5 jam tanpa korban luka
Ringkasan Berita:
- Tokyo Skytree menutup operasional hingga 25 Februari setelah lift darurat berhenti dan menjebak 20 orang selama sekitar 5,5 jam pada 22 Februari malam
- Evakuasi dilakukan dini hari dengan menjembatani dua lift menggunakan pelat baja
- Tidak ada korban luka, namun sistem komunikasi darurat dilaporkan tak berfungsi
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Ikon wisata Jepang, Tokyo Skytree, menutup operasionalnya hingga sedikitnya 25 Februari setelah insiden berhentinya lift darurat yang menyebabkan 20 penumpang terjebak selama sekitar lima setengah jam.
Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
"Kita akan umumkan besok belum tahu jam berapa apakah tanggal 26 Februari (hari ini. red) sudah bisa operasi kembali lift tersebut," ungkap petugas Tokyo Skytree kepada Tribunnews.com belum lama ini.
Insiden terjadi pada 22 Februari sekitar pukul 20.15 waktu Jepang di gedung yang berlokasi di Oshiage, Distrik Sumida, Tokyo.
Lift yang menghubungkan dek observasi setinggi 350 meter dengan lantai bawah mendadak berhenti saat berada di sekitar ketinggian 30 meter.
Menurut keterangan polisi sumber Tribunnews.com dan operator Tokyo Skytree, dari empat unit shuttle elevator buatan Toshiba Elevator, dua unit mengalami penghentian darurat.
Baca juga: Ibu dan Pacar Tinggalkan Anak di Pegunungan Shizuoka Jepang, Berujung Penangkapan
Satu lift dalam keadaan kosong, sementara satu lainnya yang sedang turun membawa 20 orang—termasuk dua anak perempuan—terhenti di sekitar 30 meter dari tanah.
Evakuasi Dramatis Tengah Malam
Tim pemadam kebakaran dan penyelamat mengevakuasi penumpang dengan memindahkan satu lift lain ke ketinggian yang sama.
Kedua lift kemudian dihubungkan menggunakan pelat baja tahan karat sepanjang sekitar 120 cm dan lebar 40 cm sebagai jembatan darurat.
Seluruh penumpang berhasil dipindahkan dan diturunkan ke lantai lima gedung sekitar pukul 02.00 dini hari 23 Februari.
"Belum tahu apakah kena sabotase atau tidak masih ditelusuri lebih lanjut," papar sumber kepolisian Tokyo.
Di dalam lift sebenarnya tersedia air minum darurat, toilet sederhana, dan selimut.
Namun, alat komunikasi darurat ke luar tidak berfungsi saat insiden terjadi.
Operator menyatakan pemeriksaan rutin sekitar sepekan sebelumnya tidak menemukan kelainan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SkyTree1111.jpg)