Iran Vs Amerika Memanas
Tak Terima Diserang, Iran Tuding AS dan Israel Gunakan Propaganda Ala 'Goebbels'
Tak terima diserang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menuding AS dan Israel gunakan propaganda Goebbels.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pandangan Pezeshkian tersebut adalah "kesempatan bersejarah".
Araghchi mengatakan bahwa kesepakatan "sudah di depan mata".
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi mengatakan bahwa keberhasilan negosiasi AS bergantung pada "keseriusan pihak lain dan penghindaran perilaku dan posisi yang kontradiktif".
Di sisi lain, AS mendesak membahas isu rudal saat pembicaraan baru dengan Iran.
Dalam pidato kenegaraannya pada hari Selasa, Trump menuduh Iran "mengejar ambisi nuklir yang jahat".
Mengutip Arab News, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut klaim ini sebagai "kebohongan besar".
Baca juga: Iran Vs AS: AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi Tambahan untuk Iran, Blokir Akses Teknologi Militer Canggih
Jangkauan maksimum rudal Iran adalah 2.000 kilometer menurut apa yang telah diungkapkan Teheran secara publik.
Namun, Layanan Penelitian Kongres AS memperkirakan jangkauan maksimumnya sekitar 3.000 kilometer — kurang dari sepertiga jarak ke daratan Amerika Serikat.
AS juga telah mendorong untuk membahas program rudal balistik Iran, serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang memusuhi Israel.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio memperingatkan bahwa Iran juga harus bernegosiasi tentang program rudalnya.
Rubio menyebut penolakan Teheran untuk membahas senjata balistik sebagai "masalah yang sangat besar" menjelang pembicaraan.
"Presiden (Trump) menginginkan solusi diplomatik," tegas Rubio.
(Tribunnews.com/Whiesa)