Iran Vs Amerika Memanas
Badan Atom Dunia: Iran Simpan Uranium Dekati Tingkat Senjata Nuklir di Bawah Tanah Isfahan
Lokasi uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang mendekati 90 persen yang digunakan dalam produksi senjata.
Baru-baru ini, Trump meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka [Iran]. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu, ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,’” kata Trump.
“Tidak ada negara yang boleh meragukan tekad Amerika. Kami memiliki militer terkuat di dunia.”
Baca juga: Hitung Mundur Negosiasi Iran-AS, Jerman-Australia Minta Warganya di Israel dan Lebanon Segera Pergi
Pada Juni tahun lalu, AS bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir utama Iran, suatu tindakan yang menurut Trump telah sepenuhnya menghancurkan fasilitas yang ditargetkan.
Serangan-serangan itu kembali disinggung oleh Trump awal tahun ini, ketika ia memperingatkan Iran tentang kemungkinan intervensi militer AS di tengah laporan bahwa rezim Iran membunuh banyak demonstran yang awalnya berkumpul untuk memprotes perekonomian yang sedang merosot.
Trump membahas protes tersebut dalam pidato kenegaraannya.
“Mereka telah membunuh sedikitnya 32.000 demonstran di negara mereka sendiri. Mereka menembak banyak dari mereka dan menggantung mereka,” katanya.
Pada akhir Januari 2026, pejabat kesehatan setempat mengatakan kepada TIME bahwa jumlah korban tewas dalam protes di Iran bisa mencapai lebih dari 30.000 orang.
Para pejabat Iran membantah angka terbaru yang dikemukakan oleh Trump.
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menyebut klaim tersebut sebagai informasi palsu.
“Jangan membuat keputusan yang salah berdasarkan informasi palsu,” katanya, seraya menambahkan bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir.
Bantahan dari Iran ini muncul sehari sebelum para negosiator negara tersebut dijadwalkan bertemu dengan pejabat Amerika di Jenewa pada Kamis (26/2/2026) untuk putaran ketiga pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
Kedua pihak bertemu pekan lalu dan mencatat sedikit kemajuan, tetapi masih memiliki perbedaan pandangan yang besar dalam sejumlah isu, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Penjelasan Konflik Iran–AS
Presiden AS Donald Trump telah beberapa kali mengancam akan menyerang Iran dalam beberapa pekan terakhir, menuduh negara itu mengembangkan senjata yang mampu menyerang Amerika Serikat.
Para pemimpin Iran bersumpah akan melakukan pembalasan jika negara mereka diserang secara militer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fasilitas-nuklir-Iran-OK.jpg)