Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Respons Keras Donald Trump Usai Perundingan Nuklir AS–Iran Buntu, Ancaman Operasi Militer Mengintai

Trump kecewa perundingan nuklir buntu, buka opsi militer ke Iran. Dunia keluarkan peringatan perjalanan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Perundingan nuklir AS-Iran gagal capai kesepakatan.
  • Trump tak puas, opsi militer masih terbuka, dunia siaga.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap Iran setelah perundingan terbaru mengenai program nuklir berakhir tanpa kesepakatan.

Trump menegaskan dirinya belum mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan terhadap negara tersebut.

Ia mengaku kecewa karena negosiasi tidak menghasilkan komitmen yang diharapkan Washington.

"Saya tidak senang dengan fakta bahwa mereka tidak bersedia memberikan apa yang harus kami miliki. Jadi saya tidak puas," kata Trump yang dilansir dari BBC.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak ingin menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Namun, ia menyebut dalam kondisi tertentu langkah tersebut bisa saja diambil.

"Tetapi terkadang Anda memang harus melakukannya," ujarnya.

Baca juga: Artikel SBY Soroti Potensi Perang Amerika-Iran di X, Singgung Karakter Trump dan Ali Khamenei

Negara-Negara Keluarkan Peringatan

Ketegangan ini memicu kekhawatiran global. Sejumlah negara langsung mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya di kawasan Timur Tengah.

Inggris dilaporkan menarik sementara staf dari kedutaannya di Teheran.

Pemerintah Inggris juga memperbarui panduan perjalanan dengan menyarankan warganya tidak bepergian ke Israel kecuali untuk keperluan mendesak.

China, India, dan Kanada meminta warga negaranya segera meninggalkan Iran karena meningkatnya potensi konflik.

Jerman secara mendesak memperingatkan agar tidak bepergian ke Israel, sementara Prancis kembali menegaskan imbauan serupa.

Pemerintah AS juga mendesak warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Kedutaan Besar AS di Israel bahkan memberi tahu sebagian staf non-darurat dan keluarganya bahwa mereka dapat meninggalkan wilayah itu selama penerbangan komersial masih tersedia.

Baca juga: Media Israel: Tel Aviv Khawatir Pengkhianatan Donald Trump, Bisa Langsung Dihantam Iran

Ancaman Militer dan Respons Iran

Sebelumnya, Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Teheran jika tidak tercapai kesepakatan terkait ambisi nuklir Iran. Ia juga memerintahkan pengerahan militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003.

Di sisi lain, Iran bersumpah akan membalas dengan kekuatan jika diserang.

Washington dan sekutunya mencurigai Iran tengah menuju pengembangan senjata nuklir.

Namun Teheran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai dan sipil, meski telah memperkaya uranium hingga mendekati level yang dapat digunakan untuk senjata.

(BBC/TRIBUNNEWS)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved