Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Serang Iran di Siang Bolong, Kantor Ayatollah Khamenei Jadi Sasaran Ledakan

Israel serang Teheran, ledakan dekat kantor Khamenei. Trump terpaksa, negosiasi nuklir AS–Iran terancam gagal.

Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
ISRAEL SERANG IRAN - Israel serang Teheran, ledakan dekat kantor Khamenei. Trump terpaksa, negosiasi nuklir AS–Iran terancam gagal. 

Ringkasan Berita:
  • Israel serang Teheran, ledakan pertama dekat kantor Khamenei.
  • AS terlibat, Gedung Putih belum beri komentar.
  • Jalan ke kompleks Khamenei ditutup, ledakan terdengar di kota.
  •  Iran tutup udara dan layanan telepon seluler.
  • Akademisi: Israel ingin gagalkan negosiasi AS–Iran; Trump “terpojok”.

TRIBUNNEWS.COM - Israel melancarkan serangan siang hari ke ibu kota Iran, Tehran, pada Sabtu (28/2) siang. Pasca serangan asap tebal membumbung dari pusat kota.

Ledakan pertama dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Belum jelas apakah Khamenei, yang berusia 86 tahun dan belum muncul di publik dalam beberapa hari terakhir, berada di lokasi saat serangan terjadi.

Seorang pejabat Amerika Serikat dan sumber yang mengetahui operasi itu mengonfirmasi keterlibatan United States, meski sejauh mana partisipasinya belum jelas. Gedung Putih menolak memberikan komentar.

Menurut pejabat yang mendapat pengarahan, target serangan Israel mencakup instalasi militer Iran, simbol pemerintahan, dan sasaran intelijen.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan dilakukan “untuk menghapus ancaman” tanpa rincian lebih lanjut.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Sentimen AS-Iran Dorong Lonjakan Terbesar dalam Pekan Ini

Suasana Mencekam di Tehran

Di Tehran, jalan menuju kompleks Khamenei ditutup, sementara ledakan lain terdengar di berbagai penjuru kota. Iran menutup ruang udara dan memutus layanan telepon seluler.

Televisi pemerintah hanya melaporkan ledakan tanpa menyebut penyebabnya.

Sementara itu, sirene peringatan berbunyi di seluruh Israel, yang menutup ruang udaranya. Militer Israel mengeluarkan “alert proaktif” untuk mempersiapkan publik menghadapi kemungkinan serangan balasan.

Sejumlah rumah sakit memindahkan pasien dan operasi ke fasilitas bawah tanah sebagai bagian dari protokol darurat.

Serangan ini terjadi di tengah upaya Washington menekan Iran agar menyepakati kesepakatan nuklir baru.

Presiden AS Donald Trump melihat peluang membatasi program nuklir Iran saat negara itu menghadapi gejolak domestik akibat protes nasional. 

Namun Iran menegaskan tetap berhak memperkaya uranium dan menolak membahas program rudal balistik serta dukungan terhadap kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hezbollah.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Iran sebelumnya memperingatkan bahwa personel dan pangkalan militer AS di kawasan akan menjadi target jika terjadi agresi.

Baca juga: Amerika Kebobolan, Rahasia Militer Dijual ke Rusia Seharga Jutaan Dolar

Akademisi Sebut Tujuan Gagalkan Negosiasi AS–Iran

Direktur unit studi Iran di Arab Centre for Research and Policy Studies sekaligus profesor di Georgetown University in Qatar, Mehran Kamrava, menilai serangan Israel kemungkinan besar bertujuan menggagalkan negosiasi Teheran–Washington.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved