Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kedubes Iran Harap Pemerintah dan Rakyat Indonesia Kecam Serangan Israel dan Amerika Serikat

Serangan tersebut dinilai melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Tribunnews.com/X/Alihashem
IRAN DISERANG ISRAEL - Penampakan asap di Kota Teheran, Iran, setelah serangan rudal Israel dan Amerika Serikat di Iran, Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta berharap Pemerintah dan rakyat Indonesia secara tegas mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta berharap Pemerintah dan rakyat Indonesia secara tegas mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran menyusul serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
  • Serangan tersebut dinilai melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.
  • Mereka akan memberikan respons tegas dan kuat terhadap agresi yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta berharap Pemerintah dan rakyat Indonesia secara tegas mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran menyusul serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menyebut pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel melakukan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil serta infrastruktur vital di Teheran dan beberapa kota lain di Iran. 

Baca juga: Israel Serang Iran usai Donald Trump Ngambek soal Negosiasi Nuklir

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berharap agar Pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akademisi, serta insan media untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran," tulis pernyataan resmi Kedubes Iran, Sabtu (28/2/2026).

Serangan tersebut dinilai melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

Baca juga: Iran Membara! Ledakan Beruntun Guncang Sejumlah Kota, Internet Lumpuh, Rumah Sakit Siaga Penuh

Menurut Kedubes Iran, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dikategorikan sebagai tindakan agresi nyata terhadap Iran.

"Menanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah dan legitim Republik Islam Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tulis keterangan itu. 

Iran menyatakan Angkatan Bersenjatanya akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya untuk mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional.

Mereka akan memberikan respons tegas dan kuat terhadap agresi yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, Iran juga menegaskan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi tersebut. 

Sebagai negara pendiri PBB, Iran menilai organisasi internasional itu memiliki mandat utama untuk mencegah agresi dan ancaman terhadap perdamaian global.

Kedubes Iran di Jakarta turut merujuk pada berbagai dugaan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel selama beberapa dekade terakhir.

Baca juga: AS dan Israel Serang Iran, Ali Khamenei Diungsikan, Teheran Diguncang Ledakan

Israel Serang Iran

Ledakan besar terdengar di pusat kota Tehran setelah Israel mengumumkan serangan rudal terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan ini memicu penutupan ruang udara Israel dan deklarasi keadaan darurat, di tengah kekhawatiran akan serangan balasan berupa rudal maupun drone dari Iran.

Fars News Agency melaporkan sejumlah rudal menghantam kawasan University Street dan Jomhouri di Tehran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved