Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Israel-AS Disebut Targetkan Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian

Selain Ali Khamenei, serangan Israel dan AS juga disebut menargetkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Tayang:
Tangkapan layar dari akun X Global Eye
IRAN DISERANG - Serangan AS dan Israel menyasar ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2/2026). Selain Ali Khamenei, serangan Israel dan AS juga disebut menargetkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS dan Israel telah memulai operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial dari rezim Iran.

Netanyahu mengatakan, serangan gabungan AS-Israel "akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri."

“Waktunya telah tiba bagi semua lapisan masyarakat di Iran untuk melepaskan belenggu tirani dari (rezim) dan mewujudkan Iran yang bebas dan cinta damai,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu menambahkan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memperoleh senjata nuklir dan mendesak warga Israel untuk "bersatu."

“Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh dibiarkan mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.

“Bersama-sama kita akan berdiri, bersama-sama kita akan berjuang, dan bersama-sama kita akan memastikan keabadian Israel,” tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Sesalkan Gagalnya Diplomasi Amerika Serikat-Iran

LOBI SEKUTU DEKAT - Gambar kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu datang ke Washington untuk melobi Trump untuk berperang dan tidak bernegosiasi dengan Iran.
LOBI SEKUTU DEKAT - Gambar kolase Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu datang ke Washington untuk melobi Trump untuk berperang dan tidak bernegosiasi dengan Iran. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran.

“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran,” kata Trump dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, dilansir Al Arabiya.

Operasi militer AS diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari, demikian laporan Reuters mengutip seorang pejabat AS.

Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, dengan pengecualian untuk sektor-sektor penting, dan larangan penggunaan wilayah udara publik.

Israel menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandara meminta masyarakat untuk tidak pergi ke bandara mana pun di negara itu.

Iran pun mengikuti langkah tersebut dan menutup wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut, setelah serangan dimulai.

Negara tetangga Irak dan negara Teluk Kuwait juga menutup wilayah udaranya.

Beberapa maskapai penerbangan melaporkan pembatalan penerbangan atau penjadwalan ulang perjalanan akibat serangan tersebut.

Beberapa penerbangan Flydubai terdampak oleh penutupan wilayah udara, kata juru bicara perusahaan tersebut.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved