Profil dan Sosok
Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Amerika-Israel
Berikut profil Ali Khamenei yang saat ini sedang disorot usai kabar kematiannya yang menyebar akibat serangan Amerika Serikat-Israel
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika-Isreael
- Putri, menantu dan cucu Ali Khamenei juga dikabarkan meninggal
- Profil dan kehidupan pribadi Ali Khamenei
TRIBUNNEWS.COM - Nama Ali Khamenei saat ini sedang menjadi sorotan dunia.
Hal ini lantaran Ali Khamenei yang menjadi pemimpin tertinggi Iran dikabarkan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran.
Kabar ini diberitakan oleh media resmi Iran, Press TV, Kantor berita Tasnim dan Fars.
Berita ini mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada hari ini, Minggu (1/3/2026).
Namun, masih belum ada informasi lebih lanjut tentang hal tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sudah memberikan pengumuman tentang kabar Ali Khamenei meninggal setelah serangan udara gabungan AS-Israel menghantam kompleks kediamannya pada hari Sabtu (28/2/2026).
Bahkan menurut pemberitaan Al Jazeera, media pemerintah Iran sudah mengatakan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei juga tewas.
Lantas siapa Ayatollah Ali Khamenei sebenarnya ?
Berikut Tribunnews rangkum profil Ali Khamenei yang saat ini sedang disorot usai kabar kematiannya yang menyebar akibat serangan Amerika Serikat-Israel:
Ali Khamenei memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei dan lahir pada 19 April 1939.
Ali khamenei dikenal luas sebagai seorang ulama sekaligus tokoh politik berpengaruh di Iran.
Baca juga: Pernyataan Resmi Garda Revolusi Iran atas Kematian Ayatullah Ali Khamenei: Perjuangan Tidak Berhenti
Sejak tahun 1989, Ali khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan negara tersebut.
Dengan masa kepemimpinannya yang panjang, Ali khamenei menjadi kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemimpin Iran dengan masa jabatan terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21, setelah Mohammad Reza Pahlavi.