Iran Vs Amerika Memanas
Siapa Pengganti Ali Khamenei? Ini Daftar Kandidat Perebutan Tahta Pemimpin Tertinggi Iran
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan militer AS-Israel, Sabtu (28/2/2026), sosok penggantinya mulai disorot. Simak daftarnya berikut.
Bagi pendukungnya, Mirbagheri adalah benteng terakhir yang akan menjaga kemurnian visi revolusi.
5. Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, Kepala Lembaga Peradilan Iran
Di sisi lain, aspek ketertiban dan stabilitas administratif berada di pundak Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i (69).
Menjabat sebagai Kepala Lembaga Peradilan, Eje'i adalah figur "tangan besi" yang selama ini menjadi orang kepercayaan Ali Khamenei untuk menjaga kepatuhan hukum di dalam negeri.
Saat ini, perannya semakin krusial karena ia menjabat sebagai anggota Dewan Transisi yang menjalankan roda pemerintahan sementara.
Pengalaman luasnya dalam birokrasi dan rekam jejaknya yang tanpa kompromi membuat Eje'i dipandang sebagai sosok yang mampu mencegah terjadinya anarki internal selama masa transisi kepemimpinan yang rawan ini.
Oposisi Iran Ikut Berebut Pengaruh
Situasi politik Iran juga semakin kompleks karena munculnya tokoh oposisi yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut.
Salah satunya adalah Maryam Rajavi, pemimpin Dewan Perlawanan Nasional Iran (NCRI) yang berbasis di Paris.
Rajavi menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim ulama dan membangun pemerintahan demokratis.
“Tanah air kita terus mengalami penderitaan dan kehancuran yang lebih besar di bawah pemerintahan fasisme agama,” kata Rajavi, dikutip dari laporan media internasional.
Di sisi lain, putra mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, juga menyerukan perubahan politik di Iran.
Dalam pernyataannya di media sosial, Pahlavi menyebut rakyat Iran harus mengambil peran dalam menentukan masa depan negara mereka.
“Kemenangan akhir tetap akan kita raih. Kitalah rakyat Iran yang akan menyelesaikan perjuangan ini,” tulisnya.
Baca juga: Khamenei Tewas, Mantan Dubes RI untuk Iran: Perang Bisa Lebih Lama
Ancaman Perebutan Kekuasaan
Para analis juga memperingatkan bahwa tanpa sosok Khamenei, Iran berpotensi menghadapi perebutan kekuasaan internal.
Beberapa pengamat menilai IRGC dapat memainkan peran besar dalam menentukan arah politik negara ke depan.