Iran Vs Amerika Memanas
Iran Konfirmasi Kepala Staf dan Menteri Pertahanan Tewas dalam Serangan AS-Israel
Iran konfirmasi Abdul Rahim Mousavi dan Aziz Nasirzadeh tewas dalam serangan AS-Israel, memicu protes besar di Kashmir & Pakistan.
Ringkasan Berita:
- Iran mengonfirmasi sejumlah pejabat tinggi militernya tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
- Kematian Ayatollah Ali Khamenei memicu protes besar di Kashmir, India, serta kerusuhan di Pakistan.
- Suasana di Iran semakin tegang dengan masyarakat terbagi antara pendukung pemerintah, kelompok tidak puas, dan pihak yang bersikap netral.
TRIBUNNEWS.COM - Iran mengonfirmasi Kepala Staf Angkatan Darat, Abdul Rahim Mousavi, dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026), menurut kantor berita resmi IRNA.
Selain Mousavi dan Nasirzadeh, penasihat keamanan Ali Shamkhani dan panglima tertinggi IRGC Mohammad Pakpour juga tewas dalam serangan tersebut, dilaporkan oleh media pemerintah Iran.
IRNA menyebut bahwa lebih banyak komandan angkatan bersenjata tewas, dan nama-nama mereka akan diumumkan kemudian, Al Jazeera melaporkan.
Televisi pemerintah menambahkan bahwa semua korban tewas berada dalam pertemuan dewan pertahanan saat serangan terjadi.
Protes Muslim Syiah di Kashmir dan India
Ribuan Muslim Syiah di Kashmir, India, turun ke jalan pada Minggu (1/3/2026) untuk memprotes pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Para pengunjuk rasa membawa bendera merah, hitam, dan kuning, berkumpul di alun-alun utama Srinagar, sambil meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, lapor AFP.
“Hari ini hati kami semua sangat berat. Kami berduka atas pemimpin tercinta kami yang gugur sebagai martir,” kata Syed Towfeeq kepada AFP.
Pengunjuk rasa lain, Ishfaq Wani, menyerukan negara-negara Muslim bersatu “di bawah satu bendera”.
Aksi protes serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain dengan populasi Muslim Syiah yang signifikan.
Baca juga: PBNU Prihatin Perang Iran Vs AS-Israel, Gus Ipul: Jangan Sampai Meluas Jadi Krisis Global
Duka dan Masa Berkabung di Irak
Irak mengumumkan tiga hari masa berkabung menyusul kematian Khamenei.
Juru bicara pemerintah, Bassem al-Awadi, menyatakan, “Dengan kesedihan mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang mulia dan seluruh dunia Muslim” setelah serangan AS-Israel, dilansir Al Jazeera.
Serangan Konsulat AS di Pakistan
Beberapa jam setelah kematian Khamenei, ratusan demonstran mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi, Pakistan.
Mereka menghancurkan jendela dan bentrok dengan pasukan keamanan.
Polisi dan pasukan paramiliter menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan massa.