Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

22 Tewas dan 120 Luka dalam Protes di Pakistan Usai Khamenei Tewas, Texas Diguncang Penembakan

Kematian Khamenei picu krisis global: Pakistan berdarah, Texas diguncang penembakan massal.

Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS-Israel memicu krisis global. 
  • Di Pakistan, protes berujung bentrokan menewaskan 22 orang dan melukai 120 lainnya.
  • Sementara di Texas penembakan massal menewaskan dua orang dan melukai 14. 
  • FBI selidiki dugaan terorisme.

TRIBUNNEWS.COM - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS-Israel pada pekan lalu memicu gelombang krisis global.

Pakistan diguncang protes yang mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa, sementara Texas, AMmerika Serikat dilanda penembakan massal.

22 Tewas dan 120 Terluka saat Massa Pro-Iran Serbu Konsulat AS

Sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 120 lainnya terluka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di Pakistan, Minggu (1/3/2026).

Kerusuhan pecah di Karachi dan wilayah utara negara itu ketika massa pendukung pemerintah Iran berusaha menyerbu Konsulat Amerika Serikat.

Kekerasan terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Karachi Memanas, Konsulat AS Jadi Sasaran

Di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh sekaligus kota terbesar Pakistan, demonstran sempat menyerang perimeter U.S. Consulate General Karachi.

Jendela gedung konsulat dilaporkan pecah, sementara pos polisi di dekat lokasi dibakar massa.

Pejabat kepolisian setempat, Irfan Baloch, mengatakan aparat berhasil membubarkan massa dan mengamankan situasi. Ia membantah laporan bahwa gedung konsulat dibakar.

Menurut pejabat rumah sakit pemerintah utama di Karachi, sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.

Dokter bedah kepolisian, Summaiya Syed Tariq, menyebut beberapa korban dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal.

Aksi di sekitar konsulat berlangsung selama berjam-jam.

Puluhan pemuda, sebagian menutupi wajah mereka, melempari aparat dengan batu sambil berusaha mendekati area diplomatik yang dijaga ketat ratusan polisi dan aparat paramiliter.

Baca juga: Elite Golkar Nilai Tewasnya Ali Khamenei Berpotensi Seret Dunia ke Konflik Lebih Luas

12 Tewas di Gilgit-Baltistan

Di wilayah Gilgit-Baltistan, 12 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka saat ribuan demonstran menyerang kantor United Nations Military Observer Group dan United Nations Development Programme (UNDP).

Pejabat polisi setempat, Asghar Ali, mengatakan massa juga merusak kantor badan amal lokal serta membakar kantor polisi. Pemerintah kemudian mengerahkan pasukan tambahan untuk mengendalikan situasi.

Juru bicara pemerintah, Shabir Mir, memastikan seluruh staf PBB dalam kondisi aman.

Presiden Pakistan Sampaikan Duka

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved