Iran Vs Amerika Memanas
22 Tewas dan 120 Luka dalam Protes di Pakistan Usai Khamenei Tewas, Texas Diguncang Penembakan
Kematian Khamenei picu krisis global: Pakistan berdarah, Texas diguncang penembakan massal.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS-Israel pada pekan lalu memicu gelombang krisis global.
Pakistan diguncang protes yang mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa, sementara Texas, AMmerika Serikat dilanda penembakan massal.
22 Tewas dan 120 Terluka saat Massa Pro-Iran Serbu Konsulat AS
Sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 120 lainnya terluka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di Pakistan, Minggu (1/3/2026).
Kerusuhan pecah di Karachi dan wilayah utara negara itu ketika massa pendukung pemerintah Iran berusaha menyerbu Konsulat Amerika Serikat.
Kekerasan terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Karachi Memanas, Konsulat AS Jadi Sasaran
Di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh sekaligus kota terbesar Pakistan, demonstran sempat menyerang perimeter U.S. Consulate General Karachi.
Jendela gedung konsulat dilaporkan pecah, sementara pos polisi di dekat lokasi dibakar massa.
Pejabat kepolisian setempat, Irfan Baloch, mengatakan aparat berhasil membubarkan massa dan mengamankan situasi. Ia membantah laporan bahwa gedung konsulat dibakar.
Menurut pejabat rumah sakit pemerintah utama di Karachi, sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.
Dokter bedah kepolisian, Summaiya Syed Tariq, menyebut beberapa korban dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal.
Aksi di sekitar konsulat berlangsung selama berjam-jam.
Puluhan pemuda, sebagian menutupi wajah mereka, melempari aparat dengan batu sambil berusaha mendekati area diplomatik yang dijaga ketat ratusan polisi dan aparat paramiliter.
Baca juga: Elite Golkar Nilai Tewasnya Ali Khamenei Berpotensi Seret Dunia ke Konflik Lebih Luas
12 Tewas di Gilgit-Baltistan
Di wilayah Gilgit-Baltistan, 12 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka saat ribuan demonstran menyerang kantor United Nations Military Observer Group dan United Nations Development Programme (UNDP).
Pejabat polisi setempat, Asghar Ali, mengatakan massa juga merusak kantor badan amal lokal serta membakar kantor polisi. Pemerintah kemudian mengerahkan pasukan tambahan untuk mengendalikan situasi.
Juru bicara pemerintah, Shabir Mir, memastikan seluruh staf PBB dalam kondisi aman.