Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Alasan Kenapa AS-Israel Serang Iran hingga Khamenei Tewas dan Prabowo Ingin Jadi Mediator

Inilah alasan AS-Israel serang Iran hingga pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dan Presiden Prabowo Subianto ingin jadi mediator.

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). 
  • Iran tak tinggal diam, mereka membalas dengan rentetan rudal yang menyasar Israel dan sejumlah negara Teluk.
  • Stasiun TV nasional Israel melaporkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei menjadi salah satu target serangan, bersamaan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

TRIBUNNEWS.COM - Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) dan Israel kompak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Serangan dari AS dan Israel menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas.

Kematian Ali Khamenei diumumkan TV nasional Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, satu hari setelah AS dan Israel meyerang Iran.

Atas tewasnya Ali Khamenei, Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan 7 hari sebagai libur nasional.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran juga menjadi sorotan pemerintah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto mengaku siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog agar ketegangan mereda.

Baca juga: Kematian Khamenei Picu Ketegangan Global, Kapolri Ajak Rakyat Dukung Asta Cita Prabowo Subianto

Lantas, apa alasan AS dan Israel kompak menyerang Iran?

Alasan AS-Israel Serang Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa operasi tempur besar-besaran yang dilakukan AS adalah untuk menghancurkan rudal Iran dan meluluhlantakkan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah.

"Industri itu akan benar-benar musnah lagi," kata Donald Trump dalam video berdurasi delapan menit yang diunggah di Truth Social, Sabtu pagi.

Orang nomor satu di AS tersebut juga menyampaikan peringatan sekaligus tawaran kepada personel militer Iran.

Jika mereka meletakkan senjata, Trump akan memastikan mereka mendapatkan amnesti.

Namun, jika tidak, Trump memperingatkan mereka akan menghadapi kematian.

Donald Trump juga mendesak rakyat Iran untuk bersiap menggulingkan rezim Ali Khamenei

"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi mendatang," kata Donald Trump.

Operasi militer besar-besaran yang dilakukan AS ini dijuluki Operasi Epic Fury.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved