Iran Vs Amerika Memanas
Alasan Kenapa AS-Israel Serang Iran hingga Khamenei Tewas dan Prabowo Ingin Jadi Mediator
Inilah alasan AS-Israel serang Iran hingga pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dan Presiden Prabowo Subianto ingin jadi mediator.
Operasi tersebut dilakukan setelah berminggu-minggu ancaman dari Trump bahwa ia akan memerintahkan aksi militer jika Iran tidak menyetujui kesepakatan baru mengenai program nuklirnya.
Iran telah berulang kali menyatakan bahwa aktivitas nuklirnya sepenuhnya bersifat damai.
Komando Pusat militer AS mengatakan mereka ingin membubarkan aparat keamanan rezim Iran, dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang menimbulkan ancaman langsung.
Dikutip dari Al Jazeera, berikut alasan AS-Israel serang Iran:
- Menghancurkan kemampuan rudal Iran.
- Targetkan angkatan laut Iran.
- Mengganggu kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan tersebut.
- Memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Prabowo Ingin Jadi Mediator
Kesediaan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.
Langkah Prabowo tersebut mendapat dukungan dari Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics (GREAT Institute).
GREAT Institute menilai perdamaian harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang kian memanas.
Lembaga ini berupaya menjawab tantangan kebangsaan melalui riset serta memosisikan diri sebagai mitra strategis pemangku kebijakan, kampus, pelaku industri, dan masyarakat.
"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," kata Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Menurut Teguh jalur dialog harus tetap menjadi pilihan utama dan Indonesia dapat memainkan peran penting sebagai penengah.