Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rencana Trump Bisa Gagal Total di Iran Meski Khamenei Dilenyapkan

Misi Amerika Serikat dan Israel tak hanya melumpuhkan fasilitas nuklir Iran, tapi juga meruntuhkan rezim berkuasa.

|
Editor: Willem Jonata
YouTube Global News
ULTIMATUM TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Ruang Sidang DPR, Gedung Capitol, Washington, Selasa (24/2/2026). 

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran siap mempertahankan konflik jangka panjang.

“Tidak seperti Amerika Serikat, Iran telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” kata Larijani dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Senin.

Diperkirakan penunjukan pemimpin baru Iran berjalan tanpa kendala berarti karena memang sudah dipersiapkan Khamenei sebelum kematiannya.

Catatan sejarah

Sejarah dalam empat dekade terakhir membuktikan bahwa sebuah rezim baru benar-benar tumbang ketika tentara musuh atau sekutu domestik menginjakkan kaki secara fisik di pusat kekuasaan. Berikut faktanya:

1. Irak (2003)

Kejatuhan Saddam Hussein adalah bukti nyata bahwa pasukan darat adalah kunci, (sumber: Council on Foreign Relations (CFR) - "The Iraq War: 2003-2011"). 

Pada 20 Maret 2003, pasukan koalisi tidak sekadar melakukan pengeboman, tapi mengirimkan divisi infanteri dan kavaleri menembus perbatasan Kuwait langsung menuju Baghdad.

Rezim runtuh secara simbolis pada 9 April 2003 saat tank-tank AS menguasai Lapangan Firdos.

Kehadiran fisik pasukan daratlah yang memaksa struktur pemerintahan Partai Ba'ath bubar seketika.

2. Panama (1989)

Operasi Just Cause penggulingan Jenderal Manuel Noriega dilakukan melalui operasi darat kilat. AS mengerahkan 27.000 tentara darat untuk menduduki instalasi kunci.

Noriega tidak menyerah karena bom, melainkan karena ia terkepung secara fisik oleh pasukan darat di Kedutaan Besar Vatikan (sumber: Britannica).

3. Afghanistan (2001)

Meski bantuan udara sangat dominan, penentu kemenangan adalah Pasukan Khusus AS (Green Berets) dan CIA yang bergerak di darat bersama Aliansi Utara.

Kabul dan Kandahar jatuh setelah pasukan darat berhasil mengusir milisi Taliban secara fisik dari pusat kota, (sumber: U.S. Army Center of Military History).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved