Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Siagakan Pasukan dan Keluarkan Peringatan Evakuasi Massal di Lebanon

Israel kerahkan pasukan dan keluarkan perintah evakuasi di Lebanon selatan, 31 orang dilaporkan tewas akibat serangan balasan

|
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
KIRIM PASUKAN KE PERBATASAN - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026). Militer Israel mengerahkan pasukan ke sejumlah titik di Lebanon selatan sebagai langkah pertahanan garis depan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, Selasa (3/3/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Militer Israel mengerahkan pasukan ke Lebanon selatan sebagai langkah pertahanan di perbatasan dan menegaskan itu bukan operasi darat 
  • Perintah evakuasi dikeluarkan untuk sekitar 50 lokasi, termasuk di Beirut selatan, menjelang aksi militer terhadap Hezbollah 
  • Serangan balasan Israel dilaporkan menewaskan 31 orang dan melukai 149 lainnya.

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM – Militer Israel mengerahkan pasukan ke sejumlah titik di Lebanon selatan sebagai langkah pertahanan garis depan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, Selasa (3/3/2026).

Juru bicara militer Israel, Letkol Nadav Shoshani, mengatakan penempatan pasukan dilakukan di beberapa titik tambahan guna melindungi warga sipil dan mencegah serangan dari Hezbollah.

"Langkah tersebut bukan operasi darat, melainkan manuver taktis untuk menjamin keselamatan warga," kata Nadav Shoshani dilansir dari Arabnews,  Selasa (3/3/2026). 

Militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi puluhan lokasi di Lebanon, termasuk dua lingkungan di Beirut selatan.

Dalam pernyataan di Telegram, juru bicara militer berbahasa Arab Avichay Adraee meminta warga di sekitar 50 titik segera meninggalkan rumah demi keselamatan, menjelang aksi militer yang disebut akan segera dilakukan.

Peringatan terpisah ditujukan kepada warga di kawasan Ghobeiry dan Haret Hreik, yang disebut berada dekat fasilitas dan kepentingan Hezbollah yang akan menjadi target operasi militer Israel dalam waktu dekat.

Baca juga: Iran Kembali Berduka: Istri Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran

Sementara itu, pemerintah Lebanon pada Senin mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang aktivitas militer dan keamanan Hezbollah. Kebijakan tersebut memicu kecaman dari kelompok yang didukung Iran itu.

Hezbollah, yang memiliki perwakilan di pemerintahan dan parlemen Lebanon, mengaku telah meluncurkan roket dan drone ke arah Israel pada Senin pagi.

Israel membalas dengan serangan ke pinggiran selatan Beirut serta puluhan desa di Lebanon selatan, dan berjanji akan membuat kelompok tersebut membayar harga mahal.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan itu menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai sedikitnya 149 lainnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved