Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC: 650 Tentara AS di Pangkalan Militer Tewas dalam Serangan Balasan Iran

IRGC mengklaim serangan balasan Iran menewaskan atau melukai 650 tentara AS di pangkalan militernya di berbagai negara di Timur Tengah.

Editor: Sri Juliati
Tasnim News
JURU BICARA IRGC - Tangkapan layar Tasnim memperlihatkan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, berbicara mengenai kelanjutan serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah, Selasa (3/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • IRGC mengklaim serangannya terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah menewaskan atau melukai 650 tentara AS.
  • Iran melanjutkan serangan terhadap pangkalan militer AS dan Israel sebagai balasan atas serangan di wilayahnya sejak Sabtu lalu.
  • AS mengklaim militernya menghancurkan fasilitas komando dan kendali serta instalasi pertahanan udara IRGC.

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, memperkirakan 650 tentara Amerika Serikat (AS) tewas atau terluka dalam dua hari pertama perang melawan Iran.

Ali Mohammad Naeini menyebut AS sengaja menyembunyikan jumlah tentaranya yang tewas dan terluka di berbagai pangkalan militernya di Timur Tengah.

Iran menargetkan pangkalan militer AS di berbagai negara Teluk termasuk di Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar dalam serangan balasan sejak Sabtu, 28 Februari lalu.

"Wajar jika Amerika menyembunyikan dan menyangkal (masalah ini); dengan memantau informasi dan kehadiran kami di medan perang, kami sampai pada kesimpulan bahwa dalam satu kasus penargetan pangkalan militer Amerika di Bahrain, Amerika menderita 160 kematian dan luka-luka," kata Ali Mohammad Naeini, Selasa (3/3/2026).

Sejak Sabtu, rudal dan drone dari IRGC telah menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain pada beberapa kesempatan, menurut laporan juru bicara tersebut.

Kapal pendukung tempur AS, MST, terkena serangan rudal angkatan laut yang parah.

Juru bicara IRGC juga menyinggung penembakan empat rudal jelajah ke kapal Abraham Lincoln oleh Angkatan Laut IRGC.

"Kapal itu berada sekitar 250 hingga 300 kilometer dari ujung pantai Republik Islam, Chabahar. Setelah empat rudal jelajah ditembakkan ke arahnya, kapal itu melarikan diri ke arah tenggara Samudra Hindia," katanya, dalam laporan Tasnim News.

Selain itu, Iran memperingatkan mitra dekat AS di Eropa agar tidak bergabung dalam serangan AS-Israel terhadap Iran.

Baca juga: Di Tengah Perang AS-Iran, Trump: Biden Kuras Stok Senjata AS untuk Ukraina

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Iran melanjutkan serangannya terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah sejak Sabtu lalu.

Hari ini, media Sepah News melaporkan bahwa lebih dari 160 tentara AS berada di pangkalan militer mereka di Dubai, Uni Emirat Arab, saat Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan.

Menurut laporan lapangan, lebih dari 40 orang tewas dan lebih dari 70 orang terluka dalam serangan gabungan drone dan rudal oleh unit tempur Angkatan Laut IRGC ini.

Dibandingkan serangan sebelumnya, juru bicara IRGC mengatakan Iran menggunakan jenis rudal yang berbeda.

"Rudal yang digunakan untuk serangan telah ditingkatkan dan lebih canggih daripada rudal pada Janji Sejati 3," kata Ali Mohammad Naeini, merujuk pada serangan balasan terhadap Israel tahun lalu.

Ia menegaskan Iran akan melanjutkan serangan balasan untuk memberikan pelajaran kepada AS dan Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved