PBB: 42 Warga Sipil Tewas dalam Bentrokan Afghanistan–Pakistan, 16.400 Keluarga Mengungsi
Bentrokan Afghanistan–Pakistan tewaskan 42 warga sipil, ribuan keluarga mengungsi di tengah konflik yang terus memanas
Ringkasan Berita:
- Sedikitnya 42 warga sipil tewas dan 104 luka dalam bentrokan Afghanistan–Pakistan, menurut United Nations Assistance Mission in Afghanistan
- Kedua pihak saling klaim menghancurkan pos dan pangkalan militer, sementara Presiden Asif Ali Zardari menegaskan tak akan membiarkan wilayahnya dipakai untuk menyerang Pakistan
- Sekitar 16.400 rumah tangga mengungsi dan krisis kemanusiaan memburuk
TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN - Sedikitnya 42 warga sipil tewas dan 104 lainnya terluka akibat bentrokan militer antara Afghanistan dan Pakistan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 2 Maret 2026.
Data tersebut disampaikan United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) saat konflik kedua negara memasuki hari keenam.
Badan PBB itu menyebut angka korban masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.
“Korban sipil mencakup mereka yang terdampak tembakan tidak langsung dalam bentrokan lintas perbatasan serta akibat serangan udara,” kata UNAMA dalam pernyataannya seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (3/3/2026).
Situasi Masih Memanas
Ketegangan antara dua negara bertetangga di Asia Selatan itu belum menunjukkan tanda mereda.
Pemerintah Afghanistan mengklaim telah merebut satu pos militer Pakistan di wilayah Kandahar.
Baca juga: Gelombang Kerusuhan Tewaskan 22 Orang, Pakistan Tetapkan Jam Malam Selama 3 Hari
Pertempuran antara kedua pihak yang sebelumnya memiliki hubungan erat tersebut disebut masih terus berlangsung.
Di sisi lain, sumber keamanan Pakistan menyatakan pihaknya berhasil menghancurkan sebuah pangkalan militer di Provinsi Nangarhar melalui operasi udara.
Sejak pertempuran pecah, kedua negara saling mengklaim telah menewaskan puluhan tentara lawan dan merusak fasilitas militer. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Awal Mula Konflik
Konflik ini disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Ketegangan meningkat setelah penguasa Taliban di Afghanistan mengaku melancarkan serangan balasan terhadap instalasi Pakistan, sebagai respons atas operasi Islamabad yang menargetkan militan di wilayah Afghanistan.
Kabul menuduh pasukan Pakistan menyerang warga sipil, tudingan yang dibantah keras oleh Islamabad.
Dalam sepekan terakhir, Pakistan dilaporkan meluncurkan rudal udara-ke-darat ke sejumlah lokasi militer Taliban.
Untuk pertama kalinya, Islamabad juga secara langsung menargetkan pemerintahan Taliban atas tuduhan melindungi kelompok militan yang melakukan serangan terhadap Pakistan dari wilayah Afghanistan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pakistan-Bom-Afghanistan.jpg)