Top Rank
10 Kota di Dunia yang Ramah Perempuan, Ada 7 Kriteria Utama, Terbanyak dari Eropa
Berikut 10 kota di dunia yang ramah bagi perempuan, yang sebagian besar dari negara di Eropa.
4. San Marino, San Marino
Deklarasi Hak-Hak Warga Negara San Marino menjamin martabat/hak sosial yang setara, membentuk keluarga berdasarkan kesetaraan moral dan hukum antara suami dan istri, dan secara eksplisit menyatakan bahwa ibu memiliki hak atas bantuan dan perlindungan masyarakat.
San Marino memiliki undang-undang kerangka kerja khusus tentang pencegahan dan penindasan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender.
San Marino meratifikasi Konvensi Istanbul (berlaku sejak 2016), yang berkomitmen pada langkah-langkah pencegahan, perlindungan, dan keadilan terkait kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga.
5. Hobart, Australia
Australia naik ke peringkat 13 dalam Laporan Kesenjangan Gender Global Forum Ekonomi Dunia 2025.
Undang-Undang Diskriminasi Seksual 1984 menjadikan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin sebagai tindakan ilegal di banyak bidang kehidupan publik dan juga menjadikan pelecehan seksual/pelecehan seksis sebagai tindakan ilegal; Undang-Undang Anti-Diskriminasi Tasmania 1998 lebih lanjut melarang diskriminasi di tingkat negara bagian.
6. Kota Quebec, Kanada
Undang-Undang Hak Asasi Manusia Kanada mencantumkan alasan-alasan yang dilarang, termasuk jenis kelamin dan identitas atau ekspresi gender (antara lain).
Piagam Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Québec melindungi dari diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, kehamilan, identitas atau ekspresi gender, dan banyak lagi.
Kerangka hak yang kuat dan eksplisit membantu menetapkan ekspektasi sosial (rasa hormat adalah hal yang wajar) dan memberikan jalan keluar jika seorang pelancong membutuhkannya.
7. Basel, Swiss
Swiss menempati peringkat ke-17 dalam Indeks Kesenjangan Gender Global 2025 Forum Ekonomi Dunia.
Basel memiliki tur jalan kaki khusus kota yang berwawasan feminis seperti “Perempuan-perempuan tangguh di Basel” (Basel Tourism) dan tur Frauenstadtrundgang Basel yang menyoroti sejarah perempuan, tenaga kerja, pekerjaan perawatan, dan protes feminis di kota ini.
Hak-hak yang setara dijamin dalam Konstitusi Swiss, dan Undang-Undang Kesetaraan Gender melarang diskriminasi berbasis gender di tempat kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SIMBOL-PEREMPUAN-Karya-seni-rupa-bertajuk-PerEMPUan.jpg)