Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina Usul Barter Senjata di Timur Tengah

Di tengah perang AS-Iran, Presiden Ukraina Zelenskyy mengusulkan barter senjata dengan negara-negara di Timur Tengah.

Editor: Nuryanti
Kantor Kepresidenan Ukraina
ZELENSKY - Foto ini diambil pada Rabu (19/3/2025) dari publikasi resmi Kantor Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb (tidak terlihat dalam foto) di Helsinki pada Rabu (19/3/2025). -- Di tengah perang AS-Iran, Presiden Ukraina Zelenskyy mengusulkan barter senjata dengan negara-negara di Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Zelenskyy menawarkan pertukaran senjata dengan negara di Timur Tengah yang menampung pangkalan militer AS dan menjadi sasaran serangan balasan Iran.
  • Zelenskyy mendukung serangan terhadap Iran karena menuduh Iran mengirim drone Shahed ke Rusia dan digunakan dalam perang Rusia-Ukraina.
  • Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di negara Timur Tengah, setelah AS-Israel menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menawarkan pertukaran senjata kepada negara-negara di Timur Tengah di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada Sabtu lalu, yang dibalas dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di berbagai negara Timur Tengah.

Sejumlah negara yang menjadi sasaran serangan balasan Iran di antaranya, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

Menanggapi perang tersebut, Zelenskyy menjalin komunikasi dengan negara di Timur Tengah dan menawarkan bantuan.

"Kita sedang membangun hubungan dengan negara-negara Timur Tengah," kata Zelenskyy kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Ukraina memiliki sistem pertahanan udara Patriot yang dapat mencegat rudal Shahed yang diluncurkan Iran.

Presiden tersebut menawarkan untuk menukar sistem Patriot dengan rudal PAK-3 yang dimiliki oleh negara-negara Timur Tengah.

"Kita bisa melakukan hal yang sama. Misalnya, saat ini mereka memiliki sistem pertahanan udara Patriot, rudal PAK-3 - mereka memiliki semua itu. Apakah itu penting? Itu sangat penting bagi mereka, pertama-tama. Tetapi apakah itu melindungi dari ratusan 'syahid'? Anda dan saya tahu bahwa itu tidak melindungi, itu adalah model yang tidak berfungsi," kata Zelensky.

Pada saat yang sama, ia mencatat bahwa Ukraina mengalami kekurangan rudal Patriot.

"Kita kekurangan rudal PAK-3. Jadi, misalnya, jika kita berbicara tentang senjata selama perang yang kita kekurangan, ini adalah rudal PAK-3, dan jika mereka memberikannya kepada kita, kita akan memberi mereka pencegat," ujarnya.

Baca juga: Kemampuan 15 Rudal Balistik dan Jelajah Iran: Ada yang Mampu Jangkau Jarak Setara Jakarta-Aceh

"Ini adalah pertukaran yang setara. Tentu saja, kita akan melakukannya. Dan, yah, jika tim bekerja sekarang, mari kita lihat hasilnya," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Zelenskyy mengatakan Ukraina telah mendapat beberapa tawaran dari negara di Timur Tengah.

"Di tingkat tim Ukraina dan tim Uni Emirat Arab, tim Qatar, dan negara-negara lain, kita akan menentukan bagaimana kita semua bersama-sama dapat memberikan perlindungan yang lebih besar bagi kehidupan," kata Zelenskyy.

"Keahlian Ukraina dalam perlindungan terhadap (drone) 'shahed' saat ini adalah yang terbesar di dunia, dan 'shahed' merupakan tantangan terbesar di kawasan itu. Jelas mengapa ada begitu banyak permohonan kepada Ukraina," jelasnya.

Namun ia menegaskan bantuan kepada para mitranya dapat dilakukan tanpa mengurangi prioritas Ukraina terhadap perang melawan Rusia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved