Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pensiunan Jenderal TNI Ungkap Data Intelijen: Stok Uranium Iran Setara 12 Bom Hiroshima–Nagasaki

Intelijen ungkap Iran punya uranium 440–460 kg yang teorinya bisa setara hingga 12 bom Hiroshima-Nagasaki, memicu kekhawatiran global

Tayang:

“Bilamana kita semuanya baik-baik saja, saya yakin negara kita aman-aman,” tambah dia.

Menanggapi pertanyaan soal ketimpangan perlakuan internasional terhadap kepemilikan nuklir—mengapa sebagian negara diperbolehkan dan sebagian lain tidak—Iskandar menyebut bahwa setiap keputusan pasti didasarkan pada kajian intelijen dan rekam jejak masing-masing negara.

 “Tidak mungkin semua itu langsung diputuskan tanpa track record. Dalam nuklir atau senjata pemusnah massal pasti ada kajian intelijen yang sangat dalam,” tegasnya.

SERANG ISRAEL - Rentetan peluncuran rudal Iran ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025 silam. Iran menyatakan siap merespons seranganan apapun dari Amerika Serikat dan membalas ke Israel.
SERANG ISRAEL - Rentetan peluncuran rudal Iran ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025 silam. Iran menyatakan siap merespons seranganan apapun dari Amerika Serikat dan membalas ke Israel. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Terlepas dari perdebatan tersebut, Iskandar kembali menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi eskalasi senjata pemusnah massal.

Baginya, isu nuklir bukan sekadar polemik geopolitik, melainkan menyangkut ancaman nyata terhadap stabilitas global.

“Saya berbicara tentang tentara, tentang bagaimana senjata nuklir yang sangat berbahaya ini,” katanya, dengan seruan agar diplomasi tetap diutamakan sebelum dunia kembali terjerumus dalam konflik yang lebih luas.

Komentar Rocky Gerung 

Dalam diskusi yang sama, akademisi Rocky Gerung mengingatkan bahwa validitas data intelijen kerap baru terungkap puluhan tahun kemudian.

Dia mencontohkan sejumlah dokumen sejarah yang baru dibuka dua dekade setelah peristiwa terjadi.

Karena itu, menurutnya, publik perlu berhati-hati dalam menyikapi klaim intelijen yang belum sepenuhnya terverifikasi.

Rocky juga berpandangan bahwa dalam perspektif realisme politik, perang kerap dianggap sebagai keniscayaan.

“Damai adalah jarak di antara dua perang,” jelasnya.

Ia menilai, variabel politik domestik di Amerika Serikat maupun Israel turut memengaruhi arah kebijakan luar negeri masing-masing negara.

(Tribunnews.com/Chrysnha)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved