Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dokumen Pentagon: Operasi Militer AS-Israel ke Iran Berlangsung 100 Hari, Bisa Sampai September

Komando Pusat AS meminta Pentagon mengerahkan perwira intelijen militer untuk mendukung operasi ke Iran selama setidaknya 100 hari

USA Today
OPERASI 100 HARI - Ilustrasi pengerahan tentara Amerika Serikat dalam misi operasi. AS dilaporkan menyiapkan operasi militer gabungan dengan Israel ke Iran dalam estimasi waktu 100 hari operasi militer. 

Dokumen Pentagon: Operasi Militer AS-Israel ke Iran Berlangsung 100 Hari, Bisa Lanjut Sampai September

TRIBUNNEWS.COM - Media geopolitik berbasis di Amerika Serikat (AS), Politico, mengutip dokumen internal Departemen Pertahanan AS (Pentagon), melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan operasi terhadap Iran yang berlangsung setidaknya selama 100 hari.

Operasi militer AS bersama Israel ke Iran yang tengah berlangsung ini,  kata laporan itu, kemungkinan akan berlanjut hingga September.

Baca juga: CIA Main Belakang, Iran Serang Duluan Oposisi Kurdi di Irak yang Dapat Senjata dari Amerika

Majalah tersebut menulis, mengutip dokumen yang diperolehnya:

"Komando Pusat AS meminta Pentagon untuk mengerahkan perwira intelijen militer tambahan ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terhadap Iran selama setidaknya 100 hari, tetapi kemungkinan akan berlanjut hingga September."

Rabu (4/3/2026) kemarin, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth kembali merevisi jangka waktu operasi militer terhadap Iran, memperpanjangnya menjadi delapan minggu, bukan empat hingga lima minggu seperti yang diumumkan sebelumnya.

Baca juga: Hajar 9 Pangkalan Militer dalam 48 Jam, Iran Putus Suplai Data Komunikasi Pasukan Amerika di Teluk

SERANGAN BALASAN IRAN - Posisi pangkalan dan aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. Dalam waktu 48 jam setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026), Iran menghantam sembilan aset AS di berbagai lokasi, menargetkan sistem komunikasi pasukan AS.
SERANGAN BALASAN IRAN - Posisi pangkalan dan aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. Dalam waktu 48 jam setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026), Iran menghantam sembilan aset AS di berbagai lokasi, menargetkan sistem komunikasi pasukan AS. (HO/IST/Tangkap Layar CNN)

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyarankan jangka waktu empat hingga lima minggu untuk serangan terhadap Iran, jika hal itu diperlukan.

Sejak Sabtu pagi lalu, Iran telah menjadi sasaran serangan terus-menerus dari Amerika dan Israel, yang mengakibatkan kematian warga sipil dan puluhan pemimpin, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, di tengah kekhawatiran konfrontasi akan meluas dan berubah menjadi konflik jangka panjang.

 

(oln/khbrn/pltc/*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved