Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Makin Meluas, Milisi Kurdi jadi 'Pion' Baru CIA dan Mossad, Turki Bisa Marah Besar
Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meluas setelah CIA dan Mossad menggunakan milisi Kurdi untuk menyerang Iran.
Ringkasan Berita:
- Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah CIA dan Mossad menggunakan milisi Kurdi untuk menyerang Iran.
- CIA dan Mossad kini tengah memperkuat dukungan bagi kelompok milisi Kurdi untuk memimpin fase serangan berikutnya di dalam wilayah Iran.
- Strategi ini disebut-sebut sebagai upaya AS dan Israel untuk mengubah peta peperangan dari sekadar serangan udara menjadi infiltrasi darat yang memanfaatkan gejolak internal Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Perang di Iran semakin panas dan meluas di wilayah Timur Tengah.
Terbaru, Amerika Serikat (AS) melalui CIA dan Israel melalui Mossad kini tengah memperkuat dukungan bagi kelompok milisi Kurdi untuk memimpin fase serangan berikutnya di dalam wilayah Iran.
Strategi ini disebut-sebut sebagai upaya Washington dan Tel Aviv untuk mengubah peta peperangan dari sekadar serangan udara menjadi infiltrasi darat yang memanfaatkan gejolak internal Iran.
Kelompok Kurdi, yang selama puluhan tahun berada di garis depan perlawanan terhadap pemerintah Teheran, kini mendapatkan sokongan persenjataan berat dan pelatihan intelijen tingkat tinggi.
Menurut laporan Axios, seorang pejabat senior intelijen menyatakan penggunaan kekuatan lokal dianggap lebih efektif untuk melumpuhkan instalasi strategis Iran dibandingkan serangan jarak jauh.
"Fokusnya adalah menciptakan tekanan dari dalam."
"Milisi Kurdi memiliki pengetahuan medan dan jaringan yang tidak dimiliki pasukan asing," lapor media tersebut.
Namun, strategi ini bak pedang bermata dua.
Pengamat internasional menilai keterlibatan aktif Kurdi dapat memicu kemarahan Turki, sekutu NATO yang sejak lama memerangi separatisme Kurdi.
Ankara dikhawatirkan akan melakukan intervensi jika mereka merasa stabilitas perbatasan mereka terancam oleh penguatan milisi tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya mengecam keras campur tangan asing.
Baca juga: Rusia: AS-Israel Sengaja Ingin Menyeret Bangsa Arab ke Dalam Perang Iran
Teheran menuduh AS dan Israel menggunakan "tentara bayaran" untuk menghancurkan kedaulatan negara.
"Ini adalah upaya putus asa dari musuh-musuh Iran."
"Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap proksi yang mencoba menginjakkan kaki di tanah kami," tegas Kementerian Luar Negeri Iran.
Irak Mengecam AS dan Israel
Sementara itu, Pemerintah Irak menegaskan posisi politiknya yang kaku di tengah memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah.