Iran Vs Amerika Memanas
PB HMI Ingatkan Potensi Dampak Geopolitik Global terhadap Pertahanan Nasional
PB HMI mengingatkan bahwa dinamika geopolitik internasional harus dipandang secara serius dalam kerangka kesiapsiagaan pertahanan nasional.
PB HMI Ingatkan Potensi Dampak Geopolitik Global terhadap Pertahanan Nasional
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai eskalasi konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu dampak berantai terhadap stabilitas keamanan global, termasuk bagi Indonesia.
PB HMI mengingatkan bahwa dinamika geopolitik internasional harus dipandang secara serius dalam kerangka kesiapsiagaan pertahanan nasional.
Ketua Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan PB HMI Rifyan Ridwan Saleh mengatakan bahwa konflik bersenjata yang terjadi sejak akhir Februari 2026 telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan dan memperbesar risiko instabilitas kawasan.
Baca juga: Pesan MUI ke Presiden Prabowo soal Board of Peace: Keluar Saja Jika Tak Ada Celah Perdamaian
Selain berdampak pada aspek kemanusiaan, eskalasi konflik tersebut juga berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi, energi, serta keamanan maritim dunia.
"Perang di kawasan Timur Tengah bukan sekadar konflik regional. Dalam sistem keamanan global yang saling terhubung, setiap eskalasi militer memiliki implikasi strategis yang dapat mempengaruhi stabilitas negara-negara lain, termasuk Indonesia," ujar Rifyan dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Dirinya menilai terdapat sejumlah potensi efek domino yang perlu diantisipasi oleh pemerintah Indonesia.
Pertama, gangguan terhadap stabilitas energi global akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu pusat distribusi minyak dunia.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menjadikan fluktuasi harga minyak global berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional.
Kedua, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat mempengaruhi stabilitas keamanan maritim internasional.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada pada jalur perdagangan strategis dunia seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok memiliki kepentingan langsung dalam menjaga keamanan jalur pelayaran global.
"Gangguan terhadap stabilitas kawasan dapat meningkatkan risiko keamanan maritim, mulai dari gangguan jalur perdagangan hingga meningkatnya aktivitas militer di kawasan Indo-Pasifik," kata Rifyan.
Selain itu, PB HMI juga mengingatkan potensi dampak sosial di dalam negeri, khususnya terkait dengan munculnya narasi ekstremisme atau polarisasi ideologis yang kerap memanfaatkan konflik internasional sebagai alat propaganda.
Menurut PB HMI, stabilitas nasional harus dijaga melalui penguatan literasi geopolitik publik, pengawasan terhadap propaganda digital, serta pendekatan moderasi dalam merespons konflik internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PB-HMI-Rifyan-Ridwan-Saleh.jpg)