Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

UNHCR: Sekitar 100 Ribu Orang Meninggalkan Teheran dalam Dua Hari Pertama Serangan

UNHCR menyatakan telah mendukung populasi pengungsi dan bersiap untuk meningkatkan bantuannya sesuai kebutuhan. 

Penulis: Gita Irawan
Tangkapan layar dari akun X Global Eye
IRAN DISERANG - Serangan AS dan Israel menyasar ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2/2026). Badan Urusan Pengungsi PBB atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mencatat lebih dari 330 ribu orang terpaksa mengungsi menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • UNHCR mencatat lebih dari 330 ribu orang terpaksa mengungsi menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah.
  • UNHCR menyatakan sebagian besar di antaranya mengungsi dalam negara mereka sendiri.
  • UNHCR menyatakan telah mendukung populasi pengungsi dan bersiap untuk meningkatkan bantuannya sesuai kebutuhan. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Urusan Pengungsi PBB atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mencatat lebih dari 330 ribu orang terpaksa mengungsi menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah.

UNHCR adalah Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Baca juga: Berapa Lama Iran Bisa Pukul Mundur AS? Dubes: Bukan Soal Waktu Tapi Kami Akan Membalas Bila Diserang

UNHCR menyatakan sebagian besar di antaranya mengungsi dalam negara mereka sendiri.

Konflik yang terjadi baru-baru ini, kata UNHCR, bentrokan di sepanjang perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan juga telah memaksa ribuan keluarga untuk mengungsi. 

Baca juga: Antisipasi Dampak Konflik Israel-AS Vs Iran, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

UNHCR menyatakan telah mendukung populasi pengungsi dan bersiap untuk meningkatkan bantuannya sesuai kebutuhan. 

UNHCR juga mendesak adanya dialog guna mengurangi ketegangan seiring meningkatnya kekerasan.

"Di Iran – negara yang telah lama menampung 1,65 juta orang yang terpaksa mengungsi di mana sebagian besar dari Afghanistan – sekitar 100 ribu orang meninggalkan Teheran dalam dua hari pertama setelah serangan tersebut berdasarkan perkiraan setempat. Jumlah terbaru belum tersedia," tulis UNHCR di laman resminya pada Kamis (5/3/2026).

"Namun, sejauh ini belum ada peningkatan besar dalam pergerakan lintas batas dari Iran yang terkait dengan peristiwa baru-baru ini," lanjut UNHCR.

Mengutip laporan pemerintah, UNHCR mencatat lebih dari 84 ribu orang di Lebanon kini berlindung di hampir 400 lokasi penampungan kolektif. 

UNHCR juga mencatat keterangan pihak berwenang yang menyatakan lebih dari 30 ribu orang – sebagian besar warga Suriah tetapi juga beberapa warga Lebanon – telah menyeberang ke Suriah sejak eskalasi konflik dimulai. 

Baca juga: Dubes Iran: Yang Khawatir Penutupan Selat Hormuz Harus Tanya ke AS Kenapa Jauh-jauh ke Timur Tengah

"Sementara itu, situasi di Afghanistan dan Pakistan tetap tegang di tengah konflik aktif di sepanjang perbatasan, dengan laporan pengungsi internal di kedua negara, termasuk sekitar 115 ribu orang di Afghanistan dan sekitar 3 ribu orang di Pakistan," tulis UNHCR 

"Sangat penting bahwa semua warga sipil yang perlu berpindah atau melintasi perbatasan untuk mencari keselamatan diberikan jalan aman," pungkas keterangan itu.

Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari 2026, dimulai dengan serangan udara gabungan ke Teheran dan fasilitas militer Iran.

Konflik ini masih berlangsung hingga awal Maret 2026, dengan korban tewas ratusan orang dan ancaman besar terhadap stabilitas global, terutama pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved