Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-8 Perang Iran: 1.332 Tewas, AS–Israel Gempur 3.000 Target, Rudal Hantam Negara Teluk

Perang Iran memasuki hari ke-8. Sedikitnya 1.332 orang tewas saat AS–Israel menggempur ribuan target dan Iran membalas dengan rudal.

Ringkasan Berita:
  • Perang antara Iran, United States, dan Israel memasuki hari kedelapan dengan sedikitnya 1.332 orang tewas di Iran akibat serangan udara besar-besaran.
  • Militer AS mengklaim telah menyerang lebih dari 3.000 target dan menghancurkan puluhan kapal perang Iran, sementara Iran membalas dengan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk.
  • Konflik yang juga melibatkan Hezbollah di Lebanon itu memicu krisis pengungsian dan lonjakan harga minyak global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel memasuki hari kedelapan, Sabtu (7/3/2026).

Konflik yang telah berlangsung selama sepekan itu terus meningkat dan meluas ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Setidaknya 1.332 orang dilaporkan tewas di Iran sejak operasi militer AS dan Israel dimulai.

Gelombang pemboman intensif terbaru kembali menghantam ibu kota Tehran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Dilansir dari Al Jazeera, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran serta menghancurkan 43 kapal perang milik Iran sejak operasi militer dimulai.

Situasi di Iran

  • Serangan Militer dan Korban Jiwa Meningkat

Serangan udara yang terus berlangsung membuat jumlah korban jiwa di Iran terus bertambah.

Hingga hari kedelapan perang, sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas akibat pemboman yang menargetkan berbagai fasilitas di negara tersebut.

  • AS Tuntut Penyerahan Tanpa Syarat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran melakukan “penyerahan tanpa syarat”.

Ia menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan atau negosiasi jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

  • Ancaman di Selat Hormuz

Militer Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran di Strait of Hormuz masih terbuka.

Namun Iran memperingatkan bahwa kapal militer maupun komersial milik AS dan Israel dapat menjadi target jika mencoba melintasi jalur tersebut.

Baca juga: Pejabat Iran Ejek Pernyataan Trump soal Penyerahan Diri dan Perannya Memilih Pemimpin Baru Iran

  • Eropa Diperingatkan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka dapat menjadi “target sah” bagi Iran apabila ikut bergabung dengan operasi militer AS dan Israel.

  • Rusia Disebut Beri Dukungan

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyampaikan belasungkawa atas korban tewas di Iran.

Menurut pejabat AS yang berbicara secara anonim, Rusia juga diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran terkait posisi militer Amerika Serikat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved