Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Integrasi Satelit China Bantu Iran Hindari Jamming Elektronik Pertahanan Udara Amerika dan Israel

Iran kini berpaling kepada satelit navigasi milik Tiongkok, BeiDou-3, yang digunakan Iran sebagai alternatif terhadap sistem navigasi Barat. 

tangkapan layar
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Iran. Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025—yang oleh sejumlah analis dijuluki sebagai “Perang Dua Belas Hari”—memberikan pelajaran berharga bagi Teheran. 

Militer Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran di Strait of Hormuz masih terbuka.

Namun Iran memperingatkan bahwa kapal militer maupun komersial milik AS dan Israel dapat menjadi target jika mencoba melintasi jalur tersebut.

  • Eropa Diperingatkan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka dapat menjadi “target sah” bagi Iran apabila ikut bergabung dengan operasi militer AS dan Israel.

  • Rusia Disebut Beri Dukungan

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyampaikan belasungkawa atas korban tewas di Iran.

Menurut pejabat AS yang berbicara secara anonim, Rusia juga diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran terkait posisi militer Amerika Serikat.

Di sisi lain, Kremlin menyebut konflik ini memicu peningkatan permintaan energi Rusia di pasar global.

Situasi di Negara-Negara Teluk

Konflik juga meluas ke kawasan Teluk setelah beberapa negara melaporkan adanya drone dan rudal yang melintas di wilayah mereka.

  • Qatar, Kuwait, dan UEA

Qatar, Kuwait, dan United Arab Emirates melaporkan adanya rudal dan drone yang masuk ke wilayah udara mereka.

Pemerintah Qatar mengatakan sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat sembilan dari sepuluh drone Iran yang diluncurkan ke wilayahnya.

  • Arab Saudi

Saudi Arabia juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone di dekat ibu kota Riyadh.

  • Kuwait Kurangi Produksi Minyak

Kuwait dilaporkan mulai mengurangi produksi di beberapa ladang minyak karena keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak mentah di tengah situasi konflik.

  • Dukungan Militer Inggris

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan menjanjikan dukungan militer Inggris, termasuk jet tempur, helikopter, dan kapal perusak untuk membantu pertahanan Arab Saudi jika diperlukan.

Inggris juga dijadwalkan mengirim pesawat tempur Typhoon tambahan ke Qatar untuk membantu patroli udara.

  • Gangguan Penerbangan

Penutupan wilayah udara di kawasan tersebut menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan.

Bandara Internasional Hamad di Qatar kemudian membuka kembali navigasi udara secara terbatas melalui jalur darurat khusus.

Maskapai Qatar Airways juga mengumumkan penerbangan repatriasi khusus ke lima kota Eropa, yakni London, Paris, Madrid, Rome, dan Frankfurt.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved