Iran Vs Amerika Memanas
Penjelasan Struktur Kekuasaan di Iran: Apa Bedanya Pemimpin Tertinggi dan Presiden?
Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
- Pemimpin Tertinggi memiliki kekuasaan tertinggi atas kebijakan dalam negeri, luar negeri, militer, dan keamanan.
- Presiden Iran hanya berwenang dalam urusan ekonomi, sementara seluruh cabang eksekutif tetap tunduk pada Pemimpin Tertinggi.
TRIBUNNEWS.COM – Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Majelis Pakar Iran, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama, pada Minggu (8/3/2026) malam secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, 56 tahun, sebagai Pemimpin Revolusi Islam yang baru dan Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Mojtaba Khamenei adalah putra dari Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Israel-AS pada 28 Februari lalu.
"Dengan suara bulat, Majelis Pakar menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga dari sistem Republik Islam Iran," kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan, mengutip PressTV.
Di negara-negara lain, presiden atau perdana menteri memegang kendali tertinggi atas arah negara.
Namun, di Iran, peran ini dipegang oleh Pemimpin Tertinggi.
Mengutip PBS, berikut penjelasan mengenai struktur kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader)
Di puncak struktur kekuasaan Iran terdapat Pemimpin Tertinggi, yang saat ini dijabat oleh Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei.
Ali Khamenei sebelumnya menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, bapak Revolusi Iran, pada tahun 1989.
Khomeini dan Khamenei adalah dua orang yang pernah memegang jabatan ini sejak berdirinya Republik Islam pada tahun 1979.
Menurut Konstitusi Iran, Pemimpin Tertinggi bertanggung jawab untuk menetapkan dan mengawasi kebijakan umum Republik Islam Iran, yang berarti ia menentukan arah kebijakan dalam negeri dan luar negeri Iran.
Pemimpin Tertinggi juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata dan mengendalikan operasi intelijen serta keamanan Republik Islam.
Hanya Pemimpin Tertinggi yang memiliki kewenangan untuk menyatakan perang atau damai.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Dipilih Jadi Pemimpin Baru Iran, Ini 6 Faktor Kunci yang Membuatnya Berkuasa
Ia memiliki kekuasaan untuk mengangkat dan memberhentikan para pemimpin peradilan, kepala jaringan radio dan televisi negara, serta panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam.
Pemimpin Tertinggi juga menunjuk 6 dari 12 anggota Dewan Penjaga, badan yang berkuasa untuk mengawasi kegiatan Parlemen dan menentukan calon yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri dalam jabatan publik.