Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Disebut Kecewa pada Indonesia, Pakar Maritim Soroti Dampak Perang Timur Tengah

Pakar maritim Siswanto Rusdi menilai Iran kecewa pada Indonesia dan memperingatkan dampak perang Timur Tengah bagi energi nasional.

Ringkasan Berita:
  • Direktur Namarin Siswanto Rusdi menyebut Iran kecewa terhadap sikap Indonesia dalam konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
  • Ia menilai Indonesia tidak lagi menunjukkan posisi netral sebagai negara Nonblok dan terlalu dekat dengan kepentingan Amerika.
  • Siswanto juga memperingatkan perang di Timur Tengah berpotensi memicu krisis energi dan logistik bagi Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, mengungkap sejumlah dinamika hubungan Indonesia dan Iran di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. 

Hal tersebut disampaikan dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, 9 Maret 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Siswanto mengaku baru saja bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia serta berkomunikasi dengan Atase Pertahanan Iran

Dari pertemuan itu, ia menangkap adanya kekecewaan dari pihak Iran terhadap sikap Indonesia dalam konflik yang sedang berlangsung.

Menurut Siswanto, Iran menilai Indonesia tidak menunjukkan sikap yang tegas terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi dalam perang tersebut, termasuk terkait korban sipil.

“Iran itu sangat kecewa dengan Indonesia. Mereka merasa Indonesia adalah teman baik, tetapi dalam situasi seperti ini tidak terlihat sikap yang tegas,” kata Siswanto.

Ia mencontohkan lambannya penyampaian belasungkawa dari pemerintah Indonesia atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk persepsi Iran terhadap Indonesia.

“Putin lebih dulu menyampaikan belasungkawa, Anwar Ibrahim juga lebih dulu. Indonesia baru empat hari kemudian, itu pun lewat surat,” ujarnya.

Siswanto menilai Iran kini melihat Indonesia tidak lagi berada pada posisi netral seperti yang selama ini dikenal melalui politik luar negeri bebas aktif.

“Indonesia dulu dikenal sebagai negara Nonblok. Tapi sekarang kesannya justru berada di barisan Amerika Serikat,” kata dia.

Baca juga: Komunikolog Sebut Mundur dari BoP Ganggu Hubungan Indonesia-AS, Terutama Personal Trump dan Prabowo

Kapal perang Iran disebut sempat ditolak masuk Indonesia

Kapal berbendera Iran MT Arman 114 dan kapal berbendera Kamerun MT S Tinos yang diduga melakukan tindakan ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara pada Jumat 7 Juli 2023.
Kapal berbendera Iran MT Arman 114 dan kapal berbendera Kamerun MT S Tinos yang diduga melakukan tindakan ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara pada Jumat 7 Juli 2023. (Ist)

Siswanto juga mengungkapkan salah satu peristiwa yang disebut menjadi sumber kekecewaan Iran terhadap Indonesia. 

Ia menyinggung kejadian pada awal 2025 ketika dua kapal perang Iran menuju Indonesia untuk mengikuti latihan maritim internasional yang digelar TNI Angkatan Laut.

Latihan tersebut meliputi International Maritime Security Symposium (IMSS) dan latihan multinasional Komodo Exercise, yang diikuti puluhan negara.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved