Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Disebut Kecewa pada Indonesia, Pakar Maritim Soroti Dampak Perang Timur Tengah

Pakar maritim Siswanto Rusdi menilai Iran kecewa pada Indonesia dan memperingatkan dampak perang Timur Tengah bagi energi nasional.

Tayang:

Iran, menurut Siswanto, telah menerima undangan resmi dan mengirim dua kapal perang dari Bandar Abbas menuju Indonesia.

Namun, izin tersebut kemudian dicabut ketika kapal hampir memasuki perairan Indonesia.

“Tiba-tiba ketika kapal sudah hampir masuk ke perairan kita, izinnya dicabut. Menurut informasi yang saya dapat, Presiden Prabowo ditekan oleh Amerika agar kapal Iran tidak ikut latihan,” ujarnya.

Ia menyebut Amerika Serikat mengancam akan menarik diri dari latihan militer tersebut jika kapal Iran tetap diizinkan ikut serta.

Akibatnya, kapal perang Iran akhirnya tidak melanjutkan perjalanan ke Indonesia dan memilih berlabuh di Malaysia.

Kasus kapal tanker juga disebut memperburuk hubungan

Selain itu, Siswanto juga menyinggung kasus kapal tanker Iran yang ditangkap otoritas Indonesia beberapa waktu lalu. Kapal tersebut membawa sekitar dua juta barel minyak mentah dan ditangkap di perairan Indonesia.

Menurutnya, pihak Iran mempertanyakan langkah Indonesia yang memproses kapal tersebut hingga rencana pelelangan.

“Atase pertahanan Iran bertanya kepada saya, kenapa kapal itu dilelang? Mereka bilang, bahkan ketika Iran menangkap kapal di Selat Hormuz, mereka tidak melelangnya,” kata Siswanto.

Ia menduga penangkapan kapal Iran oleh otoritas Indonesia tidak lepas dari tekanan negara lain.

“Banyak kapal melintas di perairan kita, tapi kenapa yang ditangkap selalu kapal Iran?” ujarnya.

Baca juga: Viral Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Kena Rudal Iran, Namun Ada Fakta Lain

Dampak konflik terhadap energi Indonesia

Di sisi lain, Siswanto menilai konflik yang melibatkan Iran berpotensi memberikan dampak besar terhadap Indonesia, terutama di sektor energi.

Ia menyoroti posisi Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia. Sekitar 30 persen distribusi minyak global melewati selat tersebut.

Menurut Siswanto, Iran kini menjadikan Selat Hormuz sebagai instrumen strategis dalam perang ekonomi.

“Perang tidak hanya rudal. Selat Hormuz sekarang menjadi senjata ekonomi,” katanya.

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya akan langsung terasa pada pasokan minyak dan biaya logistik global.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved