Kamis, 21 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS dan Israel Gempur Habis-habisan Iran, Serangan Paling Brutal dalam Seminggu

Operasi gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel menggempur habis-habisan wilayah Iran. Gempuran ini menjadi yang paling brutal.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran baru saja mengalami malam paling mencekam selama serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, Selasa (10/3/2026).
  • Ibu Kota Iran, Teheran telah digempur serangan udara habis-habisan oleh AS dan Israel.
  • Padahal sebelumnya, Trump mengeklaim bahwa operasi militer terhadap Iran sebenarnya sudah "hampir beres".

TRIBUNNEWS.COM - Ibu Kota Iran, Teheran mengalami malam paling mencekam, Selasa (10/3/2026).

Teheran telah digempur serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Serangan brutal dari AS dan Israel ini membuat banyak orang bingung dengan sikap Presiden Donald Trump.

Sebab, Trump mengeklaim bahwa operasi militer terhadap Iran sebenarnya sudah "hampir beres".

Trump merasa puas karena menurutnya perang berjalan melampaui target awal.

"Kita sudah menang dalam banyak hal, tapi belum cukup," ujar Trump bernada optimistis, seperti yang diberitakan The Guardian.

Namun, Trump berbanding terbalik dengan peringatan dari Menteri Pertahannya sendiri, Pete Hegseth.

Hegseth justru menjanjikan serangan yang jauh lebih "ganas" dan intens pada Selasa ini.

Ia bahkan menuding pihak Iran menggunakan warga sipil sebagai "perisai manusia" dengan menyembunyikan fasilitas militer di sekolah-sekolah.

Di sisi lain, Teheran mengaku tak akan menyerah meski digempur habis-habisan oleh AS dan Israel.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan tegas menolak opsi gencatan senjata jika hanya bersifat sementara.

Baca juga: Ketua Parlemen Iran Tolak Gencatan Senjata: Kami Akan Terus Menyerang Agar AS-Israel Dapat Pelajaran

Mereka bahkan mengancam akan terus menutup Selat Hormuz — jalur nadi minyak dunia — jika AS terus melakukan agresi.

Malam Seperti Siang

Getaran hebat dilaporkan merambat hingga ke jantung pemukiman warga.

Sima (38), salah satu penduduk di wilayah barat Teheran, menggambarkan bagaimana suara gemuruh mesin jet tempur seolah berada tepat di atas atap rumahnya.

"Awalnya terasa seperti puluhan jet tempur terbang rendah di atas kepala kami selama 15 menit tanpa henti."

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved