Dewan Perdamaian
Connie Bakrie Kritik Keras BOP: Indonesia Berisiko Terseret Konflik
Connie Bakrie kritik keputusan Indonesia masuk Board of Peace Trump, sebut berisiko seret RI ke konflik global.
Pengiriman pasukan perdamaian menurutnya tidak bisa dipandang sebagai keputusan sederhana.
“Mendeploy kekuatan militer itu tidak main-main. Harus dihitung kesiapan logistik, komando operasi, perlindungan hukum, sampai risiko perubahan situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam situasi konflik, pasukan perdamaian bisa saja berubah menjadi pihak yang harus bertempur untuk mempertahankan diri. Karena itu, menurutnya, keputusan yang berkaitan dengan keterlibatan militer harus melalui kalkulasi strategis yang sangat matang.
Dalam kesempatan yang sama, Connie juga menyinggung simbolisme diplomatik yang menurutnya menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat. Ia merujuk pada momen ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Donald Trump.
“Presiden Prabowo berdiri di situ atas nama rakyat Indonesia. Dia kepala negara. Memberikan map dan bolpoin seolah seperti asisten itu sama saja merendahkan martabat bangsa Indonesia,” kata Connie.
Ia menegaskan bahwa dalam diplomasi internasional, simbol dan gestur memiliki makna penting karena mencerminkan posisi dan penghormatan antarnegara. Karena itu, menurutnya, Indonesia perlu menjaga martabat diplomasi dalam setiap interaksi di panggung global.
Connie juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tradisi diplomasi yang kuat melalui prinsip politik luar negeri bebas aktif serta warisan Gerakan Non-Blok yang dipelopori Presiden Soekarno. Ia menilai tradisi tersebut justru menjadi kekuatan Indonesia dalam menghadapi perubahan tatanan dunia.
“Indonesia itu negara non-alignment. Presiden Soekarno melahirkan Gerakan Non-Blok. Dunia menghormati kita karena itu,” ujarnya.
Menurutnya, dalam situasi geopolitik global yang mulai bergeser dari sistem unipolar menuju multipolar, Indonesia justru perlu memainkan peran sebagai penyeimbang dan menjaga independensi kebijakan luar negeri.
Connie juga menyinggung potensi beban anggaran yang dapat muncul dari keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti BOP. Ia menilai dana besar yang mungkin dikeluarkan negara seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri.
“Dengan Rp17 triliun itu kita bisa memperbaiki kualitas hidup banyak guru atau membantu masyarakat di daerah yang terdampak bencana,” kata Connie.
Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya merupakan analisis akademik dan tidak dipengaruhi oleh afiliasi politik tertentu. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari diskursus akademik yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Saya bicara dalam konteks kepentingan Indonesia, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Daftar Tokoh Minta Indonesia Keluar dari BoP
Eskalasi di Timur Tengah akibat serangan militer Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran masih menjadi sorotan melibatkan status Indonesia.
Kritik mencuat melihat posisi Indonesia sebagai anggota dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace pemulihan Gaza mengkaitkannya dengan situasi terkini konflik AS-Israel vs Iran.