Jumat, 10 April 2026

Dewan Perdamaian

Connie Bakrie Kritik Keras BOP: Indonesia Berisiko Terseret Konflik

Connie Bakrie kritik keputusan Indonesia masuk Board of Peace Trump, sebut berisiko seret RI ke konflik global.

Ringkasan Berita:
  • Guru Besar Hubungan Internasional Connie Rahakundini Bakrie mengkritik keputusan Indonesia bergabung dalam forum Board of Peace (BOP) yang diinisiasi Donald Trump.
  • Ia menilai langkah tersebut diambil terlalu tergesa dan berpotensi menyeret Indonesia dalam konflik geopolitik global.
  • Connie juga menyoroti risiko militer, diplomasi, hingga potensi beban anggaran bagi Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Guru Besar Hubungan Internasional Connie Rahakundini Bakrie melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam forum Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia menilai langkah tersebut diambil terlalu tergesa-gesa, minim transparansi, serta berpotensi menyeret Indonesia ke dalam dinamika konflik global yang lebih luas.

Dalam podcast yang dipandu Fristian Griec, Connie mempertanyakan proses pengambilan keputusan pemerintah yang menurutnya tidak pernah melalui pembahasan terbuka di ruang publik maupun lembaga negara.

Dirinya mengaku tidak pernah mendengar adanya rencana atau diskusi sebelumnya tentang langkah Indonesia bergabung dalam forum tersebut.

“Saya tidak pernah mendengar ada pembahasan sebelumnya soal rencana masuk BOP. DPR tidak pernah menyebut, Menteri Luar Negeri tidak pernah menyebut, Menteri Pertahanan juga tidak pernah menyampaikan. Kita semua diberi tahu, bukan diajak bicara,” kata Connie, dalam Podcast YouTube Fristian Griec Media dalam program On The Record pada Rabu, 11 Maret 2026.

Menurutnya, keputusan strategis yang berkaitan dengan keamanan global semestinya melalui proses perencanaan yang matang dan diskusi yang panjang.

Ia mencontohkan bagaimana pembentukan organisasi internasional biasanya melalui tahap perencanaan bertahun-tahun sebelum akhirnya diputuskan.

“Kalau kita lihat pembentukan organisasi seperti BRICS, prosesnya bisa bertahun-tahun. Ada perencanaan, ada diskusi, ada simulasi. Bukan tiba-tiba diumumkan,” ujarnya.

Connie juga menilai perkembangan terbaru di Timur Tengah menunjukkan bahwa forum Board of Peace tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan tujuan awal sebagai wadah untuk membahas perdamaian.

Profesor di St. Petersburg State University Russia ini menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang menurutnya justru menunjukkan arah yang berbeda dari semangat perdamaian.

Baca juga: Jusuf Kalla Minta Indonesia Tagih Perdamaian Iran ke BoP: Kalau Tidak Bisa Buat Apa RI Jadi Anggota

“Yang tidak berkomitmen itu bukan Indonesia. Yang tidak berkomitmen adalah bosnya Board of Peace, yaitu Presiden Trump, yang tiba-tiba bersama Netanyahu memutuskan menyerang Iran,” kata Connie.

Menurutnya, perubahan arah tersebut seharusnya menjadi pertimbangan serius bagi Indonesia untuk meninjau kembali keterlibatan dalam forum tersebut.

Ia menilai jika forum yang awalnya dibangun atas dasar perdamaian berubah menjadi ruang konflik, Indonesia perlu mempertimbangkan kembali posisinya.

Selain itu, Connie juga mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum keamanan internasional berpotensi membawa konsekuensi terhadap penempatan pasukan militer di wilayah konflik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved