Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Cabut Sanksi Minyak Rusia yang Tertahan di Laut Selama 30 Hari

AS mencabut sanksi minyak Rusia sementara selama 30 hari. Negara atau perusahaan bisa membeli minyak Rusia yang masih ada di kapalnya di laut.

Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 9 Januari 2026. Pada 12 Maret 2026, AS mencabut sanksi minyak Rusia sementara selama 30 hari. Negara atau perusahaan bisa membeli minyak Rusia yang masih ada di kapalnya di laut. 

Keputusan ini muncul setelah diskusi antara Rusia dan AS di Florida. 

Kebijakan tersebut bertujuan menstabilkan pasar energi yang terguncang akibat konflik di Timur Tengah, namun mendapat kritik karena dinilai bisa membantu pendanaan perang Rusia.

  • Rusia Raup €6 Miliar dari Penjualan Energi

Data terbaru menunjukkan Rusia memperoleh sekitar €6 miliar dari penjualan bahan bakar fosil hanya dalam dua minggu sejak konflik AS–Israel dengan Iran meningkat. 

Pendapatan ini berasal dari penjualan minyak, gas, dan batu bara. 

Pada bulan Maret saja, Rusia diperkirakan mendapatkan tambahan sekitar €672 juta dari sektor energi, lapor The Guardian.

  • Hungaria Kembalikan Kendaraan Ukraina, Tahan Uang dan Emas

Pemerintah Hungaria mengembalikan dua kendaraan lapis baja milik bank Ukraina yang sebelumnya disita. 

Namun, mereka masih menahan uang tunai dan emas bernilai jutaan euro karena dugaan kasus pencucian uang. 

Pemerintah Ukraina mengecam tindakan tersebut dan menuduh Hungaria menggunakan kasus ini untuk menekan Kyiv terkait masalah pengiriman minyak.

  • Uni Eropa Ingin Periksa Pipa Minyak Druzhba di Ukraina

Uni Eropa mengusulkan misi untuk memeriksa jalur pipa minyak Druzhba pipeline yang melewati Ukraina

Pipa tersebut memasok minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia, tetapi alirannya berhenti sejak akhir Januari akibat kerusakan. 

Ukraina menyebut kerusakan terjadi karena serangan Rusia, sementara Slovakia dan Hongaria menuduh Ukraina bertanggung jawab atas gangguan tersebut.

  • Viktor Orbán Tuduh Ukraina Mengancam Keluarganya

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán menuduh pihak Ukraina bersekongkol untuk menyerang keluarganya. 

Tuduhan ini muncul di tengah hubungan yang semakin tegang antara Budapest dan Kyiv. 

Perselisihan tersebut juga terjadi saat Orbán menghadapi pemilu, di mana ia tertinggal cukup jauh dari pesaingnya, Péter Magyar, dalam jajak pendapat.

  • Ukraina Bagikan Data Perang untuk Latih AI Drone

Ukraina membuka akses data medan perang kepada sekutu-sekutunya untuk membantu mengembangkan teknologi kecerdasan buatan bagi drone militer. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved