Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Cabut Sanksi Minyak Rusia yang Tertahan di Laut Selama 30 Hari

AS mencabut sanksi minyak Rusia sementara selama 30 hari. Negara atau perusahaan bisa membeli minyak Rusia yang masih ada di kapalnya di laut.

Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 9 Januari 2026. Pada 12 Maret 2026, AS mencabut sanksi minyak Rusia sementara selama 30 hari. Negara atau perusahaan bisa membeli minyak Rusia yang masih ada di kapalnya di laut. 

Pada 5 Maret, AS telah mengeluarkan pengecualian 30 hari yang memungkinkan India untuk membeli minyak Rusia, setelah sebelumnya memberlakukan sanksi berat terkait perang di Ukraina.

Pada 28 Februari, AS-Israel menyerang Iran dan Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer keduanya di Timur Tengah.

Iran juga memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman global di Timur Tengah yang mengakibatkan terhambatnya perdagangan minyak global hingga memicu kenaikan harga energi, lapor Suspilne.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina mulai terjadi pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer besar ke beberapa kota di Ukraina. Serangan ini sebenarnya merupakan puncak dari ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.

Konflik ini berawal setelah Uni Soviet bubar pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sikap tersebut membuat Rusia merasa pengaruhnya di kawasan bekas wilayah Soviet mulai berkurang.

Ketegangan semakin meningkat pada tahun 2014 ketika terjadi demonstrasi besar di ibu kota Ukraina, Kyiv. Demonstrasi yang dikenal sebagai Revolusi Maidan itu menyebabkan pergantian pemerintahan yang lebih mendukung kerja sama dengan Barat. Sebagai respons, Rusia kemudian mengambil alih wilayah Krimea dari Ukraina.

Pada waktu yang sama, konflik bersenjata juga terjadi di wilayah Donbas di bagian timur Ukraina. Pasukan pemerintah Ukraina bertempur dengan kelompok separatis yang diduga mendapat dukungan dari Rusia. Meski sempat ada upaya perdamaian, konflik di wilayah tersebut terus berlanjut.

Ketegangan akhirnya memuncak pada Februari 2022 ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan operasi militer besar ke Ukraina. Rusia mengatakan langkah itu untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas dan mencegah perluasan aliansi militer NATO di wilayah tersebut.

Serangan tersebut langsung mendapat kecaman dari banyak negara. Amerika Serikat dan negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta memberikan bantuan militer dan keuangan kepada Ukraina. Sejak saat itu, perang Rusia–Ukraina menjadi salah satu konflik internasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Perang masih berlanjut hingga saat ini dan AS berupaya mendorong kedua negara untuk melanjutkan perundingan.

Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Rusia Klaim AS Mulai Memahami Pentingnya Minyak Rusia

Utusan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut pemerintah Amerika Serikat mulai memahami pentingnya minyak Rusia bagi pasar energi dunia. 

Hal itu disampaikan setelah negosiator Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pertemuan dengan pihak AS. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kemungkinan kerja sama energi yang dapat membantu memperbaiki hubungan Rusia–AS sekaligus menstabilkan pasar energi global.

  • AS Beri Izin Sementara Pembelian Minyak Rusia

Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara selama 30 hari bagi beberapa negara untuk membeli minyak Rusia yang masih berada di laut. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved