Minggu, 3 Mei 2026

Era Baru AI: Robot Polantas Mulai Aktif Bertugas dan MotoRobot di Jalan Raya

Robot polisi lalu lintas di Shenzhen dan MotoRobot OMO X menandai era baru AI di ruang publik, dari pengaturan jalan hingga mobilitas motor pintar.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com
ERA BARU AI - Robot polisi lalu lintas di Shenzhen mengatur kendaraan saat jam sibuk, sementara MotoRobot OMO X membawa teknologi AI ke dunia sepeda motor. 

Ringkasan Berita:
  • Kecerdasan buatan semakin hadir di kehidupan sehari-hari. 
  • Di Shenzhen, robot polisi lalu lintas kini mengatur kendaraan dan menegur pelanggar secara otomatis dengan sistem AI. 
  • Sementara itu, perusahaan OMOWAY memperkenalkan MotoRobot OMO X

TRIBUNNEWS.COM - Kecerdasan buatan (AI) kini benar-benar hadir di ruang publik, dari persimpangan jalan hingga roda dua.

Robot polantas di Shenzhen menunjukkan bagaimana teknologi mampu menggantikan peran manusia dalam mengatur lalu lintas, sementara MotoRobot membuka babak baru mobilitas sepeda motor yang lebih aman dan stabil.

Kehadiran keduanya menandai era baru di mana AI bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Robot Humanoid di Tiongkok Pamer Jurus Tinju Mabuk hingga Memperagakan Teknik dengan Pedang

Robot Polantas Mulai Aktif Bertugas 

Seperti dilansir Xinhua pada Jumat (13/3/2026), sosok futuristik kini hadir mengatur lalu lintas di pusat teknologi Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.  

Di Bantian, Distrik Longgang, sebuah robot dengan atribut “Shenzhen Traffic Police” resmi bertugas sejak 6 Maret, mengatur arus kendaraan pada jam sibuk pagi di sebuah persimpangan.

Robot ini sebelumnya hanya berperan sebagai penyampai pesan keselamatan di tepi jalan, namun kini berdiri kokoh di tengah persimpangan sebagai komandan lalu lintas.

Berbeda dengan pos polisi tradisional, robot ini menggunakan modul sendi presisi tinggi untuk melakukan gerakan standar lalu lintas—seperti memberi isyarat jalan lurus, belok, dan berhenti—secara sinkron dengan lampu lalu lintas.

Sistem pengenalan visual berbasis AI membuatnya mampu “mengawasi” persimpangan dengan cermat.

 Saat mendeteksi pelanggaran, seperti pengendara e-bike tanpa helm atau kendaraan berhenti melewati garis, robot segera meniup peluit peringatan dan memberi gestur korektif, membentuk sistem manajemen tertutup “identifikasi–peringatan–persuasi”.

Inovasi ini sejalan dengan reputasi Shenzhen sebagai “Kota Teknologi” utama Tiongkok.

Laporan kerja pemerintah kota menegaskan statusnya sebagai pemimpin nasional dalam inovasi, dengan intensitas investasi R&D mencapai 6,67 persen—tertinggi di seluruh kota di Tiongkok—dan lebih dari 93 persen berasal dari perusahaan. 

Bantian, rumah bagi raksasa teknologi seperti Huawei, menjadi ekosistem ideal untuk uji coba solusi manajemen kota mutakhir ini.

Penerapan robot polisi lalu lintas merupakan bagian dari tren nasional dalam sektor robot humanoid yang berkembang pesat.

Sejak tahun lalu, kota-kota besar seperti Shanghai, Hangzhou, dan Chengdu mulai mengeksplorasi penggunaan robot polisi dalam tugas harian.

Industri ini telah bergerak dari terobosan tunggal menuju fase kematangan sistematis, yang ditampilkan jelas dalam Gala Festival Musim Semi 2026, ketika sejumlah perusahaan robotik Tiongkok memamerkan mesin yang lincah dan terkoordinasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved