Jumat, 17 April 2026

Bidik Kedaulatan Teknologi, Indonesia Mulai Bangun 'Dapur' AI Sendiri di Kuningan

Indonesia mulai mengambil langkah tegas untuk tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). 

Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Peresmian MAXY AI HUB di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Tempat ini dirancang menjadi sebuah pusat ekosistem untuk memutus ketergantungan bangsa terhadap talenta dan infrastruktur digital luar negeri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah kepungan teknologi asing, Indonesia mulai mengambil langkah tegas untuk tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). 

Langkah nyata ini ditandai dengan peresmian MAXY AI HUB di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sebuah pusat ekosistem yang dirancang untuk memutus ketergantungan bangsa terhadap talenta dan infrastruktur digital luar negeri.

Peluncuran ini membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar pembukaan pusat pelatihan: Kedaulatan data nasional. 

Di era di mana data adalah "minyak baru", kemampuan mengelola dan mengembangkannya secara mandiri menjadi harga mati bagi keamanan ekonomi dan geopolitik Indonesia.

CEO & Co-Founder MAXY Academy, Isaac Munandar, menegaskan bahwa pusat ini didirikan untuk menjawab keresahan atas posisi Indonesia yang selama ini hanya dianggap sebagai pasar besar oleh raksasa teknologi dunia.

"Kita harus menjadi bangsa yang membangun teknologinya sendiri dan menguasai datanya sendiri. MAXY AI HUB adalah langkah nyata untuk melahirkan talenta kelas dunia langsung dari tanah air," ujar Isaac.

Senada dengan itu, CTO MAXY Academy, Andy Febrico Bintoro, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas latar belakang. 

Dengan smart classroom dan ruang kreasi terbuka, fokus utamanya adalah mengubah pola pikir masyarakat dari pengguna menjadi pencipta (creator) di bidang AI.

Baca juga: Cak Imin Sebut Artificial Intelligence Bikin Orang Jadi Malas Berpikir

Jembatan Global

Menariknya, visi kedaulatan ini tidak berarti menutup diri dari dunia luar. 

MAXY Academy justru memperkuat daya tawar talenta lokal di pasar internasional melalui kerja sama strategis dengan Elancer, perusahaan penempatan tenaga kerja teknologi asal Korea Selatan.

Melalui nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani oleh CEO Elancer, Lloyd Park, talenta Indonesia yang ditempa di MAXY AI HUB kini memiliki jalur resmi untuk berkarier sebagai AI Engineer dan Full Stack Developer di Korea Selatan dan Jepang.

"Kami ingin membangun kolaborasi jangka panjang. Harapannya, ada transfer teknologi yang dibawa pulang oleh talenta Indonesia setelah berkarya di Korea atau Jepang untuk kemudian membangun kedaulatan data di negeri mereka sendiri," ungkap Park.

Ekosistem Global di Jantung Jakarta

MAXY AI HUB juga berperan sebagai titik temu teknologi Asia dengan menggandeng tiga mitra global besar:

  • CompTIA (AS): Standarisasi kompetensi profesional tingkat internasional.
  • iFLYTEK (Tiongkok): Integrasi solusi AI mutakhir ke dalam kurikulum pembelajaran.
  • AgnesClaw (Singapura): Implementasi AI praktis untuk asisten pribadi cerdas di dunia kerja.

Menyadari bahwa teknologi seringkali eksklusif, MAXY Academy meluncurkan The AI Navigator Program. 

Program ini didesain bagi mereka yang awam teknologi agar tetap bisa bersaing di era digital.

Sebagai komitmen terhadap pemerataan akses, MAXY menyediakan 1.000 slot beasiswa bagi anak muda Indonesia yang memiliki potensi besar namun terkendala biaya. 

Langkah ini diambil karena kedaulatan digital hanya bisa dicapai jika akses terhadap ilmu pengetahuan bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved