Iran Vs Amerika Memanas
Menteri Keuangan AS Linglung Usai Dipanggil Mendadak Donald Trump
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent terpaksa menghentikan sementara wawancara langsung di televisi.
Ringkasan Berita:
- Menteri Keuangan AS Scott Bessent tampak linglung usai dipanggil mendadak oleh Presiden AS Donald Trump.
- Pria berusia 63 tahun itu mengelak menjawab ketika ditanya mengenai tentang situasi di Iran.
- The Guardian melaporkan AS menghabiskan lebih dari 11,3 miliar dolar AS (Rp 167 triliun) hanya dalam enam hari pertama perang melawan Iran.
- Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan harus menambah utang negara dalam jumlah sangat besar, termasuk kebocoran anggaran dari sektor lain.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Tidak seperti biasanya, siang itu, Kamis (12/3/2026) waktu AS, suasana di Gedung Putih agak canggung.
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent terpaksa menghentikan sementara wawancara langsung di televisi.
Pasalnya Presiden AS Donald Trump mendadak memanggilnya ke ruang situasi Gedung Putih.
Pemanggilan mendadak dilakukan di tengah perang dengan Iran yang masih bergejolak.
Bessent (63 tahun) sedang duduk bersama Wilfred Frost dari Sky News untuk wawancara.
Lalu mendadak ajudannya datang dan mengatakan kepadanya, "Presiden ingin Anda segera datang".
Bessent buru-buru melepas mikrofonnya dan meminta izin untuk pergi.
Itu terjadi pukul 10.22 waktu AS.
Sang menteri tampak linglung
Jurnalis yang mewawancarai Scott harus menunggu hampir dua jam sebelum Menteri Keuangan kembali bergabung.
Kembali ke kursinya, Menteri Keuangan tampak linglung dan agak gagap.
Wartawan Sky News lalu bertanya bagaimana keadaan Trump.
“Bagaimana keadaan presiden? Apakah dia stres?” tanya Frost.
“Eh, tidak, presiden dalam keadaan sehat walafiat,” jawab Bessent dengan gugup.
“Misi Iran berjalan jauh lebih cepat dari jadwal. Dan saya harus memberi tahu Anda, Wilf, bahwa saya memiliki seorang remaja yang sedang mempertimbangkan, eh, dinas militer. Dan saya dapat memberikan pujian tertinggi saya kepada tim ini. Dari Presiden Trump hingga kepala staf gabungan hingga menteri perang, saya akan mengatakan bahwa saya akan mempercayakan hidup anak saya di tangan mereka.”
“Anak Anda terdengar seperti orang yang pemberani, Tuan Sekretaris, dan kami ingin membahas semua detail itu dalam beberapa saat lagi,” jawab Frost.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Momen-ketika-petugas-melepas-mikrofovvd.jpg)