Iran Vs Amerika Memanas
IRGC Bersumpah Mengejar dan Menghabisi Netanyahu: Jika Dia Masih Hidup
Iran melalui Garda Revolusi bersumpah akan mengejar dan membunuh Benjamin Netanyahu. Kantor Netanyahu membantah laporan kematiannya
Ringkasan Berita:
- Iran melalui Garda Revolusi bersumpah akan mengejar dan membunuh Benjamin Netanyahu.
- Kantor Netanyahu membantah laporan kematiannya dan menegaskan ia dalam kondisi baik.
- Perang Iran melawan AS dan Israel terus berlanjut dengan serangan rudal, drone, dan korban jiwa di berbagai negara.
TRIBUNNEWS.COM – Iran bersumpah akan mengejar dan membunuh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (76) di tengah spekulasi tentang kematiannya.
“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial pada Minggu (15/3/2026), dilansir NDTV.
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi tentang keberadaan Netanyahu, yang dilaporkan tidak terlihat di depan umum selama beberapa hari terakhir.
Video pidato Netanyahu yang diunggah di akun X miliknya pada 13 Maret 2026 menjadi viral dengan lebih dari 10 juta penayangan.
Beberapa pengguna mengatakan, Netanyahu tampak seolah memiliki enam jari di salah satu tangannya.
Hal itu memunculkan kecurigaan bahwa video tersebut telah diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Komentator politik konservatif Amerika, Candace Owens, termasuk di antara mereka yang mempertanyakan keberadaan Netanyahu dengan menulis, “Di mana Bibi?”, merujuk pada nama panggilan Netanyahu.
Baca juga: Kabar Netanyahu Tewas Kena Rudal Iran: Dibenarkan Media Teheran, Video Janggal PM Israel Berjari 6
Dalam video tersebut, Netanyahu menyampaikan konferensi pers pertamanya sejak serangan udara AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Ia juga menyampaikan ancaman terselubung terhadap Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta membela operasi militer Israel.
“Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut. Sebuah rezim pada akhirnya digulingkan dari dalam,” kata Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
Kantor Netanyahu Membantah Laporan Kematiannya
Kantor Benjamin Netanyahu membantah laporan mengenai kematiannya dan menyatakan bahwa perdana menteri tersebut dalam kondisi baik.
“Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja,” kata kantornya kepada Anadolu Agency Turki ketika dimintai komentar terkait klaim yang semakin banyak beredar di media sosial bahwa Netanyahu telah dibunuh.
Namun, kantor Netanyahu maupun para pembantunya sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi lebih lanjut.
Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa putranya, Yair Netanyahu, telah menghilang dari media sosial.
Yair, yang memiliki sekitar 284.000 pengikut di X dan dikenal sangat aktif, belum mengunggah apa pun sejak 9 Maret.
Rangkuman Perang Iran vs AS–Israel
Mengutip Al Jazeera, berikut sejumlah perkembangan terkini dalam perang di Iran yang dimulai sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut pada 28 Februari 2026.
- Sirene Meraung di Israel
Sirene serangan udara meraung di seluruh Israel sepanjang malam di tengah tembakan rudal dan roket dari Iran serta Hizbullah.
Puing-puing yang berjatuhan juga menyebabkan kebakaran di kota Holon.
- Serangan Iran
Serangan rudal terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad pada Sabtu (14/3/2026) pagi merusak sebagian sistem pertahanan udaranya, menurut sumber yang dikutip Al Jazeera.
Iran mengklaim telah menyerang pangkalan AS di Irak dan Kuwait, sementara Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi juga melaporkan pencegatan rudal dan drone.
- Negosiasi Buntu
Trump mengatakan kepada NBC News bahwa Iran telah menghubunginya untuk membahas kesepakatan, tetapi persyaratannya belum cukup baik.
- Ketegangan di Selat Hormuz
Prancis membantah laporan bahwa kapal perangnya menuju Timur Tengah setelah Trump meminta sekutu AS dan China untuk membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
Serangan Israel juga dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 14 orang di Lebanon selatan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.