Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-16: Serangan Balasan Iran Targetkan Basis Militer AS di Timur Tengah
Update Situasi 24 Jam Terakhir: Konflik militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ke-16, Minggu (15/3/2026).
TRIBUNNEWS.COM - Konflik militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ke-16, Minggu (15/3/2026).
Eskalasi serangan yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan Iran terus dilancarkan melalui rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer terkait pasukan Amerika di sejumlah negara Teluk.
Situasi keamanan di beberapa negara kawasan meningkat setelah sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat proyektil yang masuk.
Dampak konflik juga dirasakan di wilayah Israel, di mana sirene peringatan serangan udara terus berbunyi akibat rentetan rudal yang diluncurkan Iran dan sekutunya.
Ketegangan di Lebanon selatan turut meningkat seiring bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Di dalam negeri, pemerintah Iran melaporkan kerusakan luas pada kawasan permukiman serta meningkatnya jumlah korban sipil sejak perang dimulai.
Otoritas keamanan Iran juga melakukan penangkapan terhadap sejumlah pihak yang dituduh bekerja sama dengan Israel.
Sementara itu, Amerika Serikat terus memantau perkembangan situasi sambil menyatakan peluang negosiasi masih terbuka meski operasi militer berlanjut.
Konflik yang meluas ke berbagai wilayah memicu kekhawatiran meningkatnya perang regional yang lebih besar.
Kondisi ini juga meningkatkan risiko krisis kemanusiaan dan gangguan stabilitas keamanan di Timur Tengah.
Perang Iran Hari ke-16: Update Situasi 24 Jam Terakhir
1. Situasi di Iran
- Serangan AS–Israel ke Isfahan menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai sejumlah warga.
- Kawasan permukiman di Shiraz ikut menjadi sasaran serangan udara.
- IRGC mengklaim meluncurkan gelombang serangan ke-50 terhadap pangkalan AS di Teluk.
- Iran menangkap 20 orang yang dituduh membantu Israel dengan membocorkan lokasi militer.
- Sekitar 10.000 rumah dilaporkan rusak atau hancur akibat serangan sejak perang dimulai.
- Brigjen Abdullah Jalali Nasab dikonfirmasi tewas dalam serangan Israel.
- Iran menegaskan Selat Hormuz belum ditutup, tetapi kini “dikendalikan”.
Baca juga: Isi Surat Megawati untuk Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Singgung Pesan Soekarno
2. Negara-negara Teluk
- Arab Saudi mencegat beberapa drone dan rudal Iran; korban tewas dan luka dilaporkan.
- IRGC menargetkan pangkalan udara al-Dhafra di UEA dengan rudal dan drone.
- Bahrain mengaktifkan sirene darurat dan menangkap penyebar informasi serangan.
- Kuwait melaporkan pangkalan udara terkena rudal dan fasilitas bandara diserang drone.
- Qatar mengklaim berhasil mencegat seluruh rudal dan drone yang mengarah ke wilayahnya.
3. Sikap Amerika Serikat
- Presiden Donald Trump menyebut Iran “ingin membuat kesepakatan”, namun belum menerima syaratnya.
- AS mendorong pembentukan koalisi laut untuk menjaga jalur minyak di Selat Hormuz.
- Pemerintah memperingatkan media bisa kehilangan izin siaran jika kritis terhadap perang.
- Survei menunjukkan mayoritas pemilih AS menolak operasi militer dan pengerahan pasukan darat.
4. Kondisi di Israel
- Sirene serangan udara terus berbunyi akibat rentetan rudal Iran dan Hizbullah.
- Sedikitnya 108 warga dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir.
- Pecahan rudal menyebabkan kebakaran di beberapa wilayah, termasuk dekat Tel Aviv.
- Israel dilaporkan mulai kekurangan pencegat rudal balistik.
5. Front Lebanon
- Hizbullah menargetkan posisi militer Israel di Lebanon selatan dengan rudal dan artileri.
- Serangan Israel menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak, serta memicu gelombang pengungsian besar.
- Total korban tewas di Lebanon sejak konflik meningkat mencapai ratusan orang.
6. Irak dan Yordania
- Kedutaan AS meminta warganya segera meninggalkan Irak karena ancaman milisi pro-Iran.
- Serangan drone memicu kebakaran di kilang minyak dekat Erbil.
- Yordania mengklaim mencegat sebagian besar rudal dan drone Iran yang menargetkan wilayah vital.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)