Iran Vs Amerika Memanas
Isi Surat Megawati untuk Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Singgung Pesan Soekarno
Ucapan duka dan selamat dari Megawati Soekarnoputri kepada Mojtaba Khamenei diapresiasi Iran, disampaikan Dubes Mohammad Boroujerdi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan ucapan duka cita yang mendalam Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei setelah serangan Amerika Serikat dan Israel, serta ucapan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru diapresiasi Pemerintah Iran.
"Dubes Mohammad Boroujerdi menyebut Ibu Megawati selalu yang pertama dan menggambarkan sosok pemimpin yang tidak hanya cinta perdamaian, namun juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam tata pergaulan global," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Hasto juga mengutip pernyataan Dubes Iran yang mengharapkan sikap tegas Megawati itu akan diikuti oleh Pemerintah Indonesia.
Saat menerima Dubes Iran beberapa hari lalu, Megawati menyerahkan surat ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei melalui Dubes Iran.
"Ini adalah surat kedua, saya merasa gembira bahwa karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," kata Megawati.
Hari ini, Hasto Kristiyanto pun membagikan isi surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru tersebut.
Baca juga: Benarkah Ada Jurnalis India Ditangkap karena Bocorkan Lokasi Netanyahu saat Serangan Rudal Iran?
Jakarta, 9 Maret 2026
Kepada Yang Mulia
Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran
di tempat
Perihal: Ucapan Selamat
Dengan rasa hormat dan penuh persaudaraan,
Sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, dan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar. Pemilihan ini berlangsung di tengah tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran.
Bung Karno, Proklamator, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, yang juga merupakan ayahanda saya, selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latiin guna membangun tata dunia baru dengan menbebaskan diri terhadap segala bentuk imperialisme dan kolonialisme. Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) tahun 1965.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SURAT-UNTUK-IRAN-DARI-BU-MEGA.jpg)