Iran Vs Amerika Memanas
Serangan AS terhadap Pulau Kharg Iran Memicu Kepanikan di China, SPBU Diserbu Warga
Serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Kharg di Iran memicu kepanikan di China karena pulau itu menjadi pusat ekspor minyak Iran.
China juga menaikkan harga eceran bensin dan solar yang diatur pemerintah, yang menjadi kenaikan paling tajam sejak Maret 2022, menyusul lonjakan harga minyak internasional akibat perang Iran.
Batas harga eceran bensin dan solar di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu meningkat masing-masing sebesar 695 yuan dan 670 yuan per metrik ton.
Antara 23 Februari dan 9 Maret, China mengalami lonjakan harga bahan bakar sebesar 10 persen.
Pada Februari, harganya berada di angka 99,3, lalu naik menjadi 109,4 pada Maret.
Saat perang dimulai, China juga telah memerintahkan larangan segera terhadap ekspor bahan bakar olahan pada Maret, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekurangan bahan bakar domestik.
Syarat Iran untuk Selat Hormuz
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, baru-baru ini mengatakan bahwa Selat Hormuz, jalur sempit yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia, harus tetap tertutup sebagai alat tawar terhadap AS.
Namun, negara itu dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kecil kapal tanker minyak melewati selat tersebut, tetapi hanya jika kargo minyak diperdagangkan dalam yuan China, lapor CNN.
Transaksi minyak global biasanya dilakukan dalam dolar AS.
Satu-satunya pengecualian utama melibatkan minyak Rusia yang dikenai sanksi, yang sering diperdagangkan dalam rubel atau yuan.
Iran Masuk Top 3 Negara dengan Cadangan Minyak Terbanyak di Dunia
Mengutip howstuffworks.com, Iran masuk dalam 3 negara teratas yang memiliki cadangan minyak terbanyak di dunia, setelah Venezuela dan Arab Saudi.
1. Venezuela
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dengan lebih dari 300 miliar barel minyak mentah, yang sebagian besar berada di Sabuk Orinoco.
Sebagian besar minyak ini merupakan minyak mentah ekstra berat, yang sulit dan mahal untuk diekstraksi serta dimurnikan.
Ketidakstabilan politik, sanksi internasional, dan infrastruktur yang sudah tua telah membatasi produksi domestik meskipun negara ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
2. Arab Saudi
Arab Saudi berada di peringkat kedua dengan sekitar 267 miliar barel cadangan minyak terbukti.
Negara ini memainkan peran sentral dalam OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak).