18 Negara Bahas Stabilitas Energi di Tokyo, Jepang dan Indonesia Gelar Pertemuan Bilateral
Forum energi internasional di Tokyo membahas keamanan pasokan global. Indonesia memanfaatkan momentum untuk memperkuat kerja sama dengan Jepang
Ringkasan Berita:
- Menteri energi dari 18 negara berkumpul di Tokyo untuk membahas stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah
- Indonesia yang diwakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menggelar pertemuan bilateral dengan Jepang.
- Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama mineral kritis dan energi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Para menteri energi dari 18 negara menggelar pertemuan di Tokyo, Jepang, untuk membahas stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri sejumlah negara besar, termasuk Jepang, Amerika Serikat, serta berbagai negara di kawasan Asia. Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Sumber Tribunnews.com menyebutkan pertemuan bilateral antara Jepang dan Indonesia berjalan positif, terutama dalam membahas kerja sama energi kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.
“Pertemuan dua menteri Jepang dan Indonesia berjalan baik yang membahas kerja sama energi kedua negara, terutama menghadapi situasi di Timur Tengah,” ujar sumber tersebut, Senin (16/3/2026).
Dari pihak Jepang, pertemuan dihadiri Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Ryosei Akazawa.
Dalam forum tersebut, para peserta menyepakati pernyataan bersama yang menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas pasokan energi global, khususnya bagi negara-negara kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Jepang dan Australia Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Meski Diminta Donald Trump
Kerja Sama Mineral Kritis
Selain agenda utama mengenai stabilitas energi, Akazawa juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Australia.
Dalam pertemuan tersebut, Jepang dan Indonesia menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di sektor mineral kritis dan energi nuklir.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem energi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
“Kami sangat terbuka dan dengan senang hati mengajak pemerintah maupun pengusaha Jepang untuk bersama-sama mengelola mineral kritis yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga bertemu dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, dalam rangka membahas peluang kerja sama investasi energi.
Dalam pertemuan terpisah dengan Amerika Serikat, Jepang dan Washington sepakat membentuk kerangka kerja baru untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan mineral penting, termasuk rare earth.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bahliljepang.jpg)