Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Seberapa Hancur Iran Digempur AS-Israel? Intelijen Aman: 5 Ribu Pasukan Iran Tewas

Israel menargetkan sekitar 100 sistem pertahanan udara Iran dan sekitar 120 sistem radar, menyerang lebih dari 2.200 target milik Iran.

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BOM ISRAEL - Asap hitam membumbung saat rudal dari serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar hampir setiap wilayah pendudukan Israel. 

Seberapa Hancur Iran Digempur AS-Israel? Intelijen Aman: 5 Ribu Pasukan Iran Tewas

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat senior di Direktorat Intelijen Militer Israel (Aman) mengatakan kalau operasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel mengakibatkan kelumpuhan serius pada kemampuan militer Iran.

Pejabat intelijen Israel itu, kepada media Israel, Maariv, menyatakan, gempuran AS-Israel "mengakibatkan tewasnya lebih dari lima ribu anggota pasukan rezim Iran,".

Baca juga: Kombinasi Rudal Sejjil Iran dan Satelit Pemandu BeiDou China Hajar Pusat Komando Udara Israel?

Gempuran hebat ini, kata dia menekankan, juga menimbulkan penurunan kepercayaan diri di antara beberapa pemimpin militer Iran dan rasa takut mereka untuk turun berperang, seperti yang ia katakan.

Surat kabar Maariv mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa sekitar 70 persen dari platform peluncuran rudal Iran telah dihancurkan.

Di sisi lain, Iran telah meluncurkan sekitar 360 rudal sejak awal peperangan.

Dia menambahkan bahwa Iran telah berhasil memproduksi sekitar 1.000 rudal balistik sejak berakhirnya perang sebelumnya pada Juni 2025 silam.

Baca juga: Trump Salah Perhitungan, Ini Alasan-Alasan Kenapa Perang Iran akan Berlangsung Panjang

Pun, pejabat itu mencatat kalau tingkat produksi rudal Iran saat ini telah mencapai nol menurut perkiraan intelijen Israel.

Ia juga menyatakan kalau tentara Israel menargetkan sekitar 100 sistem pertahanan udara Iran dan sekitar 120 sistem radar, selain menyerang lebih dari 2.200 target milik pemerintah Iran.

Pejabat tersebut mencatat bahwa salah satu tugas yang tersisa adalah menemukan dan menghancurkan uranium yang diperkaya.

Israel meyakini kalau uranium yang diperkaya mendekati kekuatan senjata nuklir ini tersimpan di bawah tanah fasilitas nuklir Iran di Isfahan.

Baca juga: Amerika Pertimbangkan Kirim Delta Force Masuk Wilayah Iran, Perang Darat Hancurkan Isfahan

KEPULAN ASAP - Tangkap layar Khaberni, Rabu (28/1/2026) yang menunjukkan kepulan asap di sebuah lokasi di Iran. Suara ledakan dilaporkan terdengar di daerah Parchin dan Pakdasht di Teheran saat situasi memanas antara Iran dan Amerika Serikat.
KEPULAN ASAP - Tangkap layar Khaberni, Rabu (28/1/2026) yang menunjukkan kepulan asap di sebuah lokasi di Iran. Suara ledakan dilaporkan terdengar di daerah Parchin dan Pakdasht di Teheran saat situasi memanas antara Iran dan Amerika Serikat. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

AS Sudah Laksanakan 6 Ribu Misi Tempur 

Di pihak lain, Komandan Komando Pusat AS (Centcom), Laksamana Brad Cooper, Senin (16/3/2026) mengatakan kalau pilot-pilot jet tempur mereka telah melakukan lebih dari 6.000 misi tempur di Iran.

Dia melanjutkan:

"Kami fokus pada penghapusan program rudal dan drone Iran, dan kami telah menghancurkan bangunan milik Garda Revolusi Iran yang digunakan untuk memproduksi rudal,".

Dia menegaskan bahwa banyak kapal perang Iran telah dihancurkan, "dan kami sedang membuat kemajuan dalam mencapai tujuan kami."

Hanya, tujuan ini memerlukan keberadaan pasukan darat, sebuah hal yang membuat gamang Presiden AS, Donald Trump.

Mengerahkan pasukan darat masuk Iran untuk menyisir fasilitas nuklir berarti risiko meningkatnya korban jiwa di kalangan pasukan AS dan Israel.

Baca juga: Pasukan Amerika Ditantang Perang Darat Masuk Iran, Trump Pikir-pikir: Mau Masuk Kalau Sudah Hancur

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved