Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Analisis Profesor Uppsala: Masalah Penting Konflik Teluk Tidak Cuma Minyak

Di tengah konflik Teluk yang kerap dikaitkan dengan minyak, pakar Uppsala Ashok Swain memperingatkan ancaman krisis air.

Tayang:

Para analis keamanan juga memperingatkan bahwa kerusakan pada fasilitas air dapat memicu dampak sosial yang luas, mulai dari kepanikan publik hingga gangguan layanan dasar di perkotaan.

Selain faktor konflik, krisis air di kawasan Timur Tengah juga diperparah oleh perubahan iklim, kekeringan, dan eksploitasi air tanah secara berlebihan.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan air sebagai salah satu isu keamanan yang semakin penting dalam geopolitik kawasan.

Dalam konteks ini, Swain menilai bahwa pembahasan mengenai konflik di Timur Tengah tidak lagi cukup hanya berfokus pada energi fosil atau jalur perdagangan minyak.

Menurutnya, stabilitas kawasan juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan negara-negara di sana menjaga keamanan pasokan air bagi penduduknya.

Sejumlah analis bahkan telah lama memperingatkan bahwa persaingan atas sumber daya air dapat menjadi pemicu konflik di masa depan, khususnya di wilayah yang mengalami tekanan lingkungan dan keterbatasan sumber daya alam.

Karena itu, Swain menekankan pentingnya kerja sama regional dan internasional dalam pengelolaan air lintas negara, terutama di kawasan yang rentan konflik seperti Timur Tengah.

Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan dan aman, air dapat menjadi faktor yang memperparah ketegangan geopolitik di kawasan yang sudah lama dilanda konflik tersebut.

Aksi Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal angkatan laut guna membantu pasukan AS membuka Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit selebar sekitar 33 kilometer yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Mengutip Britannica, selat yang sangat penting bagi jalur perdagangan minyak global ini sebagian besar dikendalikan oleh Iran dan Oman, yang berbagi perairan teritorial di kawasan tersebut.

Iran mengendalikan garis pantai utara, sementara Oman menguasai sisi selatan serta Semenanjung Musandam.

Dilansir Financial Times, Iran pada dasarnya telah menutup selat tersebut dengan mengancam akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.

Harga minyak dan gas pun melonjak sebagai respons.

“Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman,” tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (14/3/2026).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved